AureliaClaresta’s Weblog

12 Negara Paling Bahagia

Maret 10, 2008 · 36 Komentar

Lagi-lagi menurut Business Week

Berikut adalah 12 negara yang penduduknya paling bahagia. happiness-and-how-to-measure-it. Mungkin setelah tahu negara-negara itu, ada yang mau pindah kewarganegaraan? Hehehehe

1. Denmark

GDP per kapita $34,600. Standar kehidupan yang tinggi dan pelayanan sosial yang oke, bikin negara ini menjadi yang paling baik dan paling menyenangkan untuk ditinggali. Sekolah negrinya top quality. Sekolah swastanya juga dapat terjangkau. Mantap dah!

2. Switzerland

GDP per kapita $32,300. Tingkat kriminal di sini rendah. Infrastrukturnya bagus. Swiss juga punya Alpen, punya danau, lengkap deh. Harapan hidup di Swiss 80,5 tahun.

swiss.jpg

3. Austria

GDP per kapita $32,700. Tingkat harapan hidup di sini 79 tahun. Pemandangan di Austria bagus dan hukum di sana juga baik. Kemiskinan di negara ini hanya sekitar 6%.

4. Iceland

GDP per kapita $35,600. Tebak, berapa angka pengangguran di negara ini? 2.1% lho! Bayangkan dan bandingkan dengan Indonesia. Hahahaha. Tingkat melek hurusnya juga tinggi.

5. Bahama

Dengan populasi 303,800 jiwa dan GDP $303,800, Bahama menduduki peringkat ke-5. Cuaca di sini sangat baik. Bahama memiliki perpaduan kultur Afrika dan Eropa.

6.Finlandia

Populasi negara ini diperkirakan sekitar 5.2 juta jiwa. Kualitas pelayanan kesehatan di sini sangat baik. Sekolah pun gratis. Satu hal, tahukah kamu kalau Finlandia memiliki pendidikan terbaik di seluruh dunia? Padahal jam belajar siswa tidak setinggi di Korea. Kenapa? Karena kualitas guru di Finlandia sangat sangat baik. Guru digaji tinggi di sana.

7. Sweden

Sistem kesejahteraannya merupakan salah satu yang terbaik di Eropa. Pajak di sini tinggi tapi, pemerintahannya transparan. GDPnya per tahun per kapita mencapai $29,800.

sweden.jpg

8.Bhutan

Ini aneh, karena Bhutan bisa menempati posisi ke-8 padahal GDP per kapitanya hanya $1,400 saja. Rendah, kan?! Mirip Indonesia. Tingkat melek hurufnya pun cuma 47%. Harapan hidup sekitar 55 tahun. Tapi Bhutan memiliki pemandangan yang indah dan kultur yang meresap baik di masyarakat. Bhutan memiliki kriteria bahagianya sendiri.

9. Brunei

GDPnya $23,600. Harapan hidup di negara kecil penghasil minyak ini sekitar 75 tahun. Pendidikan dan kesehatan di sini gratis. Subsidi perumahan dan beras pun menjadi tanggung jawab negara.

omar-ali-saifuddin-mosque-bandar-seri-begawan-brunei.jpg

10. Kanada

Dengan GDP $34,000 dan harapan hidup 80 tahun, Kanada menempati urutan ke-10. Tingkat kejahatan di sini rendah. Pelayanan kesehatan juga baik. Pemandangan yang indah juga menunjang kebahagiaan penduduk negara ini.

11. Irlandia

4 juta penduduknya dan GDP per kapitanya $41,000. Ekonomi terbuka & pendidikan yang baik menjadi penyumbang kebahagiaan penduduk Irlandia.

12. Luxemburg

GDPnya sangat tinggi, sekitar $55,600 per kapita. GDPnya merupakan yang tertinggi di dunia. 100% penduduknya telah melek huruf. Pada tahun 2005, Luxemburg menjadi negara yang teraman di dunia.

luxemburg

INDONESIA???
Hahaha, bandingkan ya.

GDP per kapita $1,600 (angka pasti? ga tau juga)

Inflasi 2007: sekitar 6,3%

Pertumbuhan ekonomi: 6,2%

Penanaman modal asing: $12 juta (gile)

Merupakan 3 besar perusak lingkungan di dunia

Korupsi… salah satu yang terhebat di dunia

Pendidikan: kacau. Gaji guru rendah. Anak-anak rajin tawuran, smack-down, jajan makanan murah dan berbahaya, bolos, nge-mall melulu, ga pernah belajar.

Kesehatan: ASKES selalu bermasalah. Rumah sakit tidak menerima orang miskin yang nggak bisa bayar. Rumah sakit mahal.

Kualitas udara: Jakarta merupakan salah satu kota dengan polusi terparah di dunia.

Kualitas air: buruk, banyak limbah dibuang di sungai, laut. Banyak penduduk yang buang sampah di sungai. Banyak yang masih mandi, cuci, gosok gigi buang air di kali. Ada sumur yang menghasilkan air plus gas metan.

Hahaha… sehingga… Indonesia menjadi negara dengan kebahagiaan penduduk yang no.1001 dari seluruh dunia. Hahaha…. Indonesia si Jamrud Khatulistiwa.

Kategori: Uncategorized
Tagged: , , ,

36 tanggapan so far ↓

  • ss // Maret 12, 2008 pada 7:22 am | Balas

    jadi pengen ziarah kesana. pasti indah ya…

  • norie // Maret 12, 2008 pada 1:58 pm | Balas

    ayo kita resapi kebahagian diantara kemelaratan negeri ini. :D

  • dobelden // Maret 12, 2008 pada 4:56 pm | Balas

    indonesia ku :(

  • TX // Maret 12, 2008 pada 10:28 pm | Balas

    untung msh punya bali yaaa….

  • sarah // Maret 12, 2008 pada 11:53 pm | Balas

    waaaa…..Indonesia gag termasuk negara bahagia koq malah ketawa, piye siiih… :(

  • aureliaclaresta // Maret 13, 2008 pada 12:32 pm | Balas

    sarah:
    sebenernya yang aku tertawakan adalah pemerintahnya yg nggak bisa ngelola negri cantik jadi ‘atraktif’
    selama ini cuma terangkat karena bali
    Indonesia itu buanyak sekali tempat indah. Sayang. Masalah bahagia ato ga bahagia bukan karena keindahannya. Tapi terutama karena kesejahteraannya. Pemerintah belum banyak progres. aku nggak bilang belum banyak kerja ya. karena pasti udah kerja keras. tapi progresnya kurang :)

  • wennyaulia // Maret 13, 2008 pada 11:15 pm | Balas

    lho…ada blogger pemuas dahaga komen di sini :mrgreen:

    Indonesia masuk di nomer 13.
    huks…13 kan katanya angka sial
    hahaha

    mbuh ah
    pokmen geboy lah tinggal di Indo
    [geboy?? jadul bgt bahasanya....] :lol:

  • ade r // Maret 14, 2008 pada 12:02 am | Balas

    korupsi melulu disini

  • anila pramesti // Maret 14, 2008 pada 9:07 am | Balas

    luxemburg kaya kota hantu
    brunei hampir semua jadi pemalas karena semua dibayarin pemerintah
    swiss dingin bgt, dan mungkin orang-orang disana pengen banget jemuran di bali
    indonesia ????
    kalo gak suka ya silahkan pindah.
    sudah saatnya kerja bareng buat berubah, berhenti mengolok-olok dan mentertawakan.

  • Dewo // Maret 14, 2008 pada 12:03 pm | Balas

    lo orang bisanya hanya ngeritik aja…..
    lo tau nggak paling gampang tinggal di indonesia ijinnya bisa langsung di tembak,mau buat KTP , SIM, bahkan domisili, ijin usaha, gampang. Bahkan untuk memenangkan perkara juga gampang tinggal bayar. Masih ada kedamaian di sini, nggak percaya, kalo ketilang di jalan tinggal bilang damai pak! semuanya langsung beres!
    Coba di mana lagi di dunia ini keculai di Indonesia, di Amrik kalo WNA ketahuan langsung ditangkep dan di deportasi, kalo di sini, bisa agak ringan hukumnya. Khan negara damai….
    : )

  • erickningrat // Maret 14, 2008 pada 12:06 pm | Balas

    mental personal mecerminkan sebuah bangsa!!!
    mulailah dari diri sendiri, dari hal2 yang kecil,walo ga diliat orang, tapi ada tuhan!
    jaya indonesia!

    salut your blog

  • Teruntuk: bangsa ku « Brainstorm // Maret 14, 2008 pada 1:37 pm | Balas

    [...] di dunia sengsara kelaperan..“ STOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOP!!!! Saya coba review.. Di Negara-negara ini yang notabene kebanyakan adalah negara kafir, dengan pajak sungguh2 tinggi (denmark tercatat [...]

  • gatot // Maret 14, 2008 pada 1:54 pm | Balas

    bahagia ga bahagia yang penting kumpullllllll……..,

  • Heru // Maret 14, 2008 pada 3:12 pm | Balas

    ketawa ah he he mengibur diri kan da lama g bahagia :D

  • titov // Maret 14, 2008 pada 3:38 pm | Balas

    mungkin endonesya punya setandar kebahagiyaannya sendiri…

    *tersenyum kecut sekale*

  • cemol // Maret 14, 2008 pada 8:50 pm | Balas

    jangan bilang siswanya gak suka belajar… Saya jadi tersentil.. hehehe..

  • dofen // Maret 15, 2008 pada 12:57 am | Balas

    Saya sangat prihatin melihat negri kita ini ,apalagi
    setelah aku banding kan dengan ke 12 negara tadi
    oleh karena itu ,harapan saya mari lah komuda!
    kita bangun indonesia kita ini!!!!!!!!!
    ok!
    INDONESIA BERSATU

  • Jessie // Maret 15, 2008 pada 2:26 am | Balas

    Jadi kita harus berbuat apa? harus gimana? :(

  • ardhyalpath // Maret 15, 2008 pada 4:28 am | Balas

    wetzzzz indonesia………pelu banyak belajar dari badaya luar,mesti di kosongkan dulu kaleee republik gua tercinta ini…………biar otak2 kriminal yang duduk di jajaran elit pemerintahan tu di cuci dulu…..biar bangsaku ini star dari 0 lagi u.mulai semuax….

  • goblok lu // Maret 15, 2008 pada 9:32 am | Balas

    bisanya cuma ngeluh doang, nyalain pemerintah,
    yg goblok ya lu-lu itu.hari gini bukan waktunya untuk ngeluh,nyalahin orang.salahin diri sendiri
    kalo udah sadar baru bangkit mulai kerja keras.
    lo pade udh bisa menghasilkan apa selama ini…?

  • Arief Yoga // Maret 15, 2008 pada 2:30 pm | Balas

    Yah mas..kok ngetawain diri sendiri sih..??

  • acha // Maret 16, 2008 pada 11:14 am | Balas

    haaaaa, segitunyakah indonesia???? Masyaallah…

  • Amir P // Maret 16, 2008 pada 1:48 pm | Balas

    Saya pernah ke beberapa tempat2 yang so called “membahagiakan” itu. Perasaan saya dapat direpresentasikan oleh kata-kata Bung Karno, “Daripada hujan emas di negeri orang, Lebih baik hujan batu di negeri sendiri.”

    Negeri-negeri ini memiliki permasalahan sendiri, yang bahkan tidak lebih mudah dari kita. GDP sebesar itu memangnya tidak datang dari pajak super tinggi? Kalau kata saya, Negara2 inilah yang benar2 mempraktekkan komunisme. Kenapa saya katakan komunis? Karena gaji anda hampir habis untuk pajak, yang notabene untuk kepentingan publik.

    Blog ini cuma berisi subjektivitas anda untuk membenci negeri anda sendiri. Memang, kuman di seberang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata sendiri selalu tidak tampak.

  • wewaits // Maret 16, 2008 pada 11:15 pm | Balas

    Wah harusnya diganti neh judulnya soalnya kebahagiaan relatif sifatnya, ukuran bahagia setiap orang berbeda. Klo gua seh bahagia di Indonesia dengan segala apa yang ada. Ada lagi yang bahagia gak hidup di Indonesia selain gw, angkat tangan (tu, wa, ga, pat, ma, nam dst nah kan banyak)

  • aureliaclaresta // Maret 17, 2008 pada 11:16 am | Balas

    amir p:
    hmm… saya tidak pernah membenci negara saya sendiri. saya tidak membenci benda mati. karena benda mati itu pasif. tentu saya cinta negri ini yang subur, beriklim baik, cantik, dsb.
    saya hanya merasa hukum & penegakan hukum belum banyak membuat negara ini menjadi benar-benar tampak & terasa indah….
    contoh: sampah, eksploitasi SDA, tdk ada perlindungan terhadap biota laut, perlindungan atas penyakit, kemiskinan, kebodohan….
    negrinya indah
    manusianya…… wow…..’sangat beradab’

  • aureliaclaresta // Maret 17, 2008 pada 11:19 am | Balas

    jessie:
    kita selalu mulai dari diri sendiri. ketika diri tidak bisa kita atur, kita juga tidak bisa mengatur orang lain. jangan harap orang mau diatur kita kalau kita tampak payah dalam mengatur hidup kita sendiri :)
    selanjutnya, buat gerakan bersama :)
    ajak orang2 terdekat dulu
    ketika ada solusi di kepala, lakukan!

  • qnoyz bewizer // Maret 17, 2008 pada 5:50 pm | Balas

    Terkait soal BAHAGIA, ada istilah jawa yang sering dibilang: “sawang sinawang…”
    artinya paling gak begini, kadangkala kita cenderung melihat halaman orang selalu lebih indah, daripada perasaan orang-orang yang hidup di halaman itu sendiri, dan begitu pula sebaliknya…

    kata orang-orang bijak esensi kebahagiaan datangnya bukan karena pada tempat dimana , oleh siapa atau benda apa, tetapi lebih pada dimana hati kita berangkat dan terbuka dengan berbagai pelajaran suka dan duka…

    Usulan ajah, Barangkali Judul topik disini lebih cucok disesuaikan jadi: “12 Negara Paling Makmur”… Karena ukuran kemakmuran lebih dapat diukur secara ilmiah ( implementasi kebijakan pemerintah/ layanan publik, pemerataan tingkat pendidikan, dan pendapatan ekonomi per kapita )… TABIK !!!

  • aureliaclaresta // Maret 19, 2008 pada 1:50 pm | Balas

    qnoyz bewizer:
    saya setuju dengan pendapat anda: sawang sinawang.
    tapi untuk mengganti judul, saya rasa tidak… karena apa?
    karena di sana ada BHUTAN
    dan AMERIKA sama sekali tidak masuk. PERANCIS juga. INGGRIS juga… mengapa???
    kalau BRUNEI saja masuk, masa INGGRIS tidak?
    jadi, ada banyak hal yang secara ekonomi, bisa dijadikan indikator, suatu negara bahagia atau tidak, yaitu: pendapatan, negara liberal/komunis, negara terbuka/tertutup, kebebasan berpendapat, angka harapan hidup, jumlah dokter yang tersedia bagi masyarakat, tingkat kriminalitas, pendidikan untuk anak, dll….
    saya rasa kata BAHAGIA perlu diberi catatan saja. BAHAGIA dari kacamata orang EKONOMI. :)

  • siswasmp3 // Agustus 6, 2008 pada 8:59 pm | Balas

    Indonesia…… kau sangad bodoh………… tanah ini (indonesia) kaya akan macam2 SDA, pemandangan alam yang sangat indah dan budaya yg wow (bsa untuk sektor pariwisata). tpi …. GOBLOK!!!!!! KKN merajalela, Kali uda kyk tong sampah.. rumah penduduk kyk kapal pecah. budaya d colong negara lain truzz.. artefak d palsuin n dlelang!! Apa kata dunia?!?!?!?!?! paling jga nanti sumatra d klaim malaysia, kalimantan di klaim filipina, sulawesi di klaim Amerika (lho?) ,Bali dicolong bule…ato ngak tenggelem gra2 banjir di jakarta….sudahkah waktunya untuk berubah? ? ?

    smoga ni negara jd bguz pas gw selesai sma, kalo kgak pling gw berusaha keras pindah jdi orang yg tinggal di satu dari 10 negara itoe ato kga mending d jupiter deh…. -_-

  • ino // Oktober 17, 2008 pada 3:04 pm | Balas

    seharusnya kita bangga dengan indonesia..
    memang indonesai memiliki bnayak kekurangan tapi kan kita harus bisa mengatasi masalah indonesai itu.
    kaum muda memiliki peran penting dalam merubah bangsa ini ke arah lebih baik,…
    indonesai memiliki kelebihan di bnading negara lain..

    ayo indonesia…

  • sabdalangit // Desember 21, 2008 pada 3:38 am | Balas

    Paparan idonesia belum komplit;

    Negera pengimpor paling wahid
    Negeri gudangnya perselingkuhan
    Negeri agamis tapi muna’
    Berbeda-beda tetapi tawur juga
    Negeri ironi; asas Pancasila tapi anti toleran
    Negeri produsen dan konsumen narkoba dunia
    Negeri pembalakan liar dan illegal logging terdahsyat di dunia

    Negeri kincir bencana kemanusiaan
    Negeri gempa, banjir, angin, kekeringan, kebakaran
    Negeri manipulator wabah penyakit
    Negeri beaya pendidikan termahal
    ahh capek gak cukup 1001 halaman deh…

    tapi sy masih bangga dikit, alasannya;
    Negeri dgn jemaat haji terbesar di dunia.. :)
    Negeri yg diwelasi banyak negara (karena fakir..hehe)
    NEGERI YG RAKYATNYA PALING BAHAGIA…(tapi di saat tertidur pulas.. :)

    salam kenal
    Sabdalangit’s web
    “Membagun bumi nusantara yg berbudi pekerti luhur”

    –Jalan setapak menggapai spiritualitas sejati–

  • Eccho Phephe // Februari 15, 2009 pada 9:36 am | Balas

    gimana pun Indonesia,,tetap perjuangan mendapatkan Liberty di negara ini sangatlah berat…

    siapa yang akan menghargai negara ini kalau bukan warganya sendiri, Indonesia..

    atau kita mau jadi kaum pengolok seperti Malaysia?

  • Muh.Guntur coboby // Mei 22, 2009 pada 5:29 pm | Balas

    Ehm..Jangan kayak gt donk presentasinya bwt RI,bs dsebut penghianat negara lho..Kalo negara lain baik aja..Tp giliran negara sendiri malah dijelek-jelekin!

  • my edelweiss // Juni 5, 2009 pada 10:27 am | Balas

    Belajar dulu Teori Penelitian…
    Banyak parameter yang gak jelas.
    Ya iyalah …
    Perbandingan artikel ini kayak :

    > Irit mana Avanza sama Innova …
    > jelek Innova boros, mending Avanza saja irit..

    BEGO semua …
    ya jelas parameter beda CC /isi silinder beda…

    Indonesia penduduknya banyak.
    Capek deh …

    Feed your brain now.
    Your thougt like Jews…
    *smash*

  • aureliaclaresta // Juni 9, 2009 pada 4:03 pm | Balas

    @ my edelweiss
    terima kasih sudah membaca & memberi komentar. cuma, anda harusnya bisa lebih bijak dalam memilih diksi.

    ” Feed your brain now.
    Your thougt like Jews…
    *smash*”

    sama sekali tidak ‘menampar’ saya. malah saya kasihan dengan anda yg ahli ‘teori penelitian’ [atau diksi yg lebih baik: metodologi penelitian]. anda membaca dengan tidak teliti.
    mungkin maksud anda, peringkat itu salah. tapi itu berasal dari business week, saudara. anda bisa protes ke sana saja, kalau masalahnya ada di peringkat 1-12 yang tidak sesuai dengan ‘teori’ anda. toh di awal, saya sudah cantumkan sumber, bagaimana cara business week dalam mengukur kebahagiaan. right?!
    semoga anda ‘tidak menyesali’ kata-kata anda.

Tinggalkan sebuah Komentar