AureliaClaresta’s Weblog

Catatan 11 Juni

Juni 11, 2009 · 4 Komentar

Haaaalloooooo……….. Sedang semangat sekali nih, hari ini. Actually, hari ini aku mau nulis apa saja. Sembarangan saja. Hehehe. Sudah lama tidak nulis di sini. Kangennnn….

Hmm, tentu saja ide buat nulis sudah menumpuk. Walau nggak penting, tapi ini sudah kurencanakan untuk di-post di sini.

Okay… bulan lalu, di rumah resmi ada TV kabel. Salah satu channelnya adalah FTV alias fashion TV. Dan ada suatu hal yg bikin aku tertarik. Aku ngeliat di suatu peragaan busana, beberapa model menggunakan celana yg sangat pendek. [Jadi bertanya-tanya... kapan ya, sampe di Jakarta atau Indonesia.. hahaha, pengen liad]

celana model baru di fashion TV

celana model baru di fashion TV

Terus terang. Bagiku, ini adalah salah satu cacat mode. Hahaha. Istilah yang pernah aku pakai di tulisan yang lalu. Celana ini bagian belakangnya rata, tapi bagian depannya potongannya sedikit di bawah garis pangkal paha. Aneh…. Rasanya puas kalo sampe liat celana ginian dipake orang Indonesia di mall-mall. Pengen ngakak…Dasar korban mode. Hahahaha

Fiuh…. fiuh….. nah.. trus ada satu hal lagi yang nggak ada hubungannya sama mode. Aku pengen kasih liat, kalau di pemilu legislatif yll, sekitar 2 hari sebelum tgl 9 April 2009, bukannya kedatangan petugas yang ndaftarin ke DPT, eh, malah dateng orang yang ngasih selembar kartu putih (tanpa uang). Kata yang ngasih, di rapat [Rt ato RW gitu] kemarin warga sudah sepakat untuk milih ini.

DSCN8271Jedhier….. mampu milih aja enggak. Mbok diperhatikan, apa warga dah masuk DPT ato belom. Ini, kaga care sama sekali. Ampun DJ…… Malah dibela-belain dateng buat ngasih kartu begituan. Kepada yg namanya tertulis di situ. Ehmm…. gimana ya???? Aku nggak ngerti deh. Apa komenku. Biar yang liat menilai sendiri lah ya :P

Dublin

Dublin

Ehmmm…. kembali ke TV kabel. Beberapa hari yang lalu, aku nonton channel travel n living. Acaranya Samantha Brown yg keliling Eropa. Di episode itu, dia pergi ke Dublin, Irlandia. Gosh…. cantiknya…. Eropa.. Eropa…. dimana impian dan kisah pahit tak dapat dipisahkan. Hfff…. Lupakan kisah pahitnya. Yang perlu kuingat impiannya saja. One day. I want to travel to Europe. Not America, not Australia, but Europe….

One day, Dublin… One day……

→ 4 CommentsKategori: tulisan ringan
Tagged: , , , , ,

Makan @ Jogja [10] : Yamie Manis Bandung 59

Mei 4, 2009 · 7 Komentar

14. Siomay & Batagor Bandung 59 [Jl. Beskalan 35 - selatan pasar Pathuk]

Saya punya tempat makan favorit untuk menu yamie manis, yaitu di sini. Harga yamie manisnya Rp7.500 per porsi. Porsinya sangat pas untuk seorang Aurelia. Tapi kalau untuk para pria-pria berkebutuhan karbohidrat tinggi, bisa pesan ukuran jumbo, harganya kurang  tahu, karena saya tidak pernah mampu makan lebih dari porsi biasa.

Pemilik tempat makan ini adalah seorang pria ramah asal Bandung. Saya suka sekali melihat ekspresi ceria si om pemilik tempat ini.

semangkuk yamie manis yg sudah diublek-ublek dan dimakan sedikit

Di sini saya hanya pernah memesan yamie manis, dan tempat ini menjadi tempat makan yamie manis ter-oke di Jogja menurut saya :) . Silahkan mencoba kalau ada kesempatan! Lomie-nya juga enak kok… saya pernah nyicip :) Mungkin next time kalau bisa menahan air liur terhadap menu yamie manisnya, saya akan memesan batagornya….

→ 7 CommentsKategori: kuliner
Tagged: , , , , , ,

Makan @ Jogja [9] : Nasi Peyek gempur

April 17, 2009 · 6 Komentar

13. NPG – Nasi Peyek Gempur [Jl. Argolubang 20, Baciro - perempatan jembatan lempuyangan, ke timur]

Tadi siang saya ditraktir makan di sini. Katanya NPG ini baru buka sekitar 3 hari. Beruntung sekali saya bisa mencoba di saat-saat pertama. Terima kasih untuk traktirannya, bro.

Di sini menunya baru ada NPG [nasi peyek gempur] dan nasi wader + sayur asem. Belum banyak karena memang masih baru  buka.

Saya coba NPGnya. menurut saya, sangat cocok untuk makanan mahasiswa sehari-hari. Bisa buat brunch [breakfast & lunch] atau beneran lunch. NPG ini tutup jam 15.00 karena memang untuk makan pagi & siang saja.

Menurut saya, NPGnya enak. nggak eneg, cocok buat makan sehari-hari lah. Rasanya cenderung ke asin, cocok buat suka makanan yang tidak manis. Kalau saya datang lagi [saya pasti akan ke sana lagi, karena cocok]mungkin saya akan minta kuahnya ditambah 3 kali lipat, karena tadi kuahnya cuma sekitar 1 atau 2 sdm [saya suka kuahnya]. Makan & minum di sini kurang lebih habisnya Rp6.ooo,-

→ 6 CommentsKategori: kuliner
Tagged: , , , , ,

Rumahku

April 8, 2009 · 10 Komentar

Selamat datang bintang-bintang…
Selamat datang di dalam rumahku
Rumah yang kubangun dengan cinta dan banyak impian
Rumah yang baru saja kehilangan salah satu penghuninya
Karena katanya cinta sudah tak ada lagi di sana
.::Aurelia Claresta::.

Jogja, 27 Maret 2009

→ 10 CommentsKategori: Uncategorized
Tagged: , , , ,

Melihat Korea Utara [melalui TV]

Maret 25, 2009 · 5 Komentar

Sebenarnya awalnya tulisan ini ingin saya beri judul “Miris”… sebagai lelucon saja untuk seorang teman yang sudah dua kali merilis tulisannya dengan judul tersebut.

Tanggal 24 Maret 2009 malam, saya secara tidak sengaja menemukan acara Discovery Channel khusus mengenai Korea Utara. Tertarik mengenai negara tersebut, saya pun menontonnya.

Hey… Korea Utara kan negara yang sudah saya tahu namanya sejak zaman purba SD. Bukan seperti Republik Abkhazia yang namanya sangat asing, atau Negara Eritrea yang letaknya entah di benua mana.

Kim Jong Il (born 16 February 1941)

Kim Jong Il (born 16 February 1941)

Korea Utara… Jelas saya tahu Korea Utara dan Selatan. Korea Selatan ibukotanya Seoul dan Korea Utara ibukotanya Pyongyang. Yang baru saya tahu setelah menonton acara tersebut adalah bahwa di sana keadaannya sangat parah. Walaupun mereka sangat membanggakan kekuatan militer mereka yang merupakan no.4 di dunia, tapi di bidang lain, sangat jauh dari membanggakan. Dalam bidang kesehatan, walaupun warga tidak perlu membayar biaya kesehatan di RS, tapi dokter sangat rendah skill-nya, bahkan untuk operasi ringan seperti katarak saja, mereka [mungkin] tidak bisa. Di atas meja bedah, alih-alih kasur dan sprei bersih, yang ada hanya darah yang mengering di meja tersebut. Sangat tidak steril dan mengenaskan. Botol infus dibuat dari botol arak (yang ijo itu lho, yang kaya botol kecap). Bahkan tidak ada sabun di rumah sakit.

Korea Utara menerapkan politik luar negri tertutup. Hal ini terjadi sejak meletusnya Perang Korea (antara Korea Utara dan Korea Selatan) yang berlangsung dari 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953. Amerika Serikat adalah negara sekutu Korea Selatan yang sangat dibenci oleh SEMUA masyarakat Korea Utara. Saya memberi penegasan pada kata SEMUA karena hal itu sangat terlihat dari rekaman dokumenter curi-curi tersebut.

Kim Il Sung (15 April 1912 – 8 July 1994)

Kim Il Sung (15 April 1912 – 8 July 1994)

Hal lain yang saya lihat adalah betapa berhasilnya pemerintahan Kim Jong Il dalam melakukan pencucian otak atas rakyatnya. Doktrin yang sangat nyata mendarah daging adalah membenci Amerika sampai mati. Rakyat Korea Utara juga sangat mencintai dan memuja-muja Kim Jong Il serta Kim Il Sung (ayah Kim Jong Il) bak memuja dewa. Mereka sangat yakin bahwa pemimpin mereka itulah yang membuat mereka masih hidup dan hidup bahagia setelah kehancuran mereka di era Perang Korea.

Aksi Kim Jong Il dalam “menutup” Korea Utara sangatlah berhasil. Karena sampai saat ini, warga Korea Utara tidak mengenal buku umum dan internet. Sangat kontras dengan kehidupan Kim Jong Il sendiri yang dielu-elukan, yang konon merupakan pecinta film dan memiliki koleksi film sebanyak 20.000 buah. Buku-buku yang ada di Korea Utara semuanya ditulis oleh satu orang saja, yaitu Kim Il Sung, sang pendiri negara tersebut. Saya akan mengategorikan hal ini sebagai pembodohan. Mengerikan. Di era semacam ini… Saya melihat hidup mereka sama ‘modern’nya dengan kota kecil di Indonesia tahun 1990-an awal. Sedangkan HAM dll, jauhhhh tertinggal.

semua orang menghormati patung Kim Il Sung

semua orang menghormati patung Kim Il Sung

Saya memang nggak luas wawasannya. Pantas saja hal-hal di atas baru saya ketahui sekarang, di usia 21 tahun (lebih). Jadi malu. Tapi, apa dulu di sekolah saya pernah diceritain tentang keprihatinan akan kehidupan di Korea Utara ya? Saya rasa…. Nggak pernah deh. Hehehe. Makanya saya tulis di sini untuk yang belum pernah tahu seperti saya kemarin. Yang emang belajar sejarah yaaa… Memang bukan target pembaca yang saya harapkan. Tapi komentarnya, boleh dong… :)

Ehm… Saya belum tahu banyak soal Myanmar, cuma dengar heboh-heboh soal junta militer di sana. Saya rasa, di sana juga banyak hal buruk yang terjadi…. [lesu]

Akan saya cari tahu…..

Gambar: wikipedia & ini

→ 5 CommentsKategori: new experience · opini
Tagged: , , , , , ,

Nebeng[dot]com

Maret 11, 2009 · 3 Komentar

Sebel banget deh sama ketergantungan pada Facebook…. Si bloggie jadi kesepian. Jarang nulis. Jadi malas…

Nah, di sore yang sumpek ini… saya ingin memberi informasi buat anda yang belum tahu bahwa ada website yang mem-fasilitasi kegiatan tebeng-menebeng. Web nebeng[dot]com ini mulai ada sejak 28 September 2005. Sementara baru mem-fasilitasi daerah Jakarta dan sekitarnya doang.

Ada juga nebeng[dot]info yang mempertemukan mudik-er. Hehehe… Yo, ditarik…ditarik… Jombang… Jombang….Surabaya…. Hehehehe

Saya memberikan apresiasi buat mereka-mereka ini yang menginisiasi web ini. Kreatif… Membantu negara dalam mengatasi masalah transportasi dan kemacetan di daerah ibukota. Mantap!

Saya juga ingin bisa memberikan sesuatu yg sederhana tapi berarti bagi sekitar saya :) Dengan cara apa, ya???

Anyway, busway, corduray [ngaco]…. Kerasa nggak sih, postingan kali ini lesu banget. Ya nggak? Kaya nggak ada soul-nya. Entahlah… Cuma perasaan saya saja, mungkin

Sumber gambar

→ 3 CommentsKategori: tulisan ringan
Tagged: , , ,

Mengapa banyak kekerasan di Indonesia?

Februari 27, 2009 · 1 Komentar

Mungkin klip ini bisa menjawab sedikit….

Gambar diambil dari sini

→ 1 CommentKategori: tulisan ringan
Tagged: , , ,

Sedikit tentang sinetron Melati untuk Marvel

Februari 27, 2009 · 42 Komentar

Tidak sedikit orang Indonesia sendiri yang sebal dengan sinema elektronik (sinetron) Indonesia. Sinetron Indonesia punya cap dan citra yang buruk. Mulai dari sisi cerita yang nggak bermutu karena sistem syutingnya kejar tayang. Kemudian, cerita bisa panjang sekali dan bertele-tele, bisa ratusan episode. Kadang kala, iklan juga memperparah situasi karena durasi iklannya lama sekali, bisa 5 menit. Pun banyak kekerasan yang disuguhkan, misalnya dalam bentuk kata-kata kasar dari tokoh antagonisnya.

Tadi malam, saya dan seorang teman perempuan saling bertukar kelakar mengenai sinetron Melati untuk Marvel. Saya jadi ingat, seorang teman kami berdua pernah meledek teman perempuan ini karena menyukai sinetron Melati untuk Marvel. Kenapa diledek? Karena dari info Facebook, dia menyebutkan acara TV favoritnya adalah Oprah, Bioskop Trans TV, dan Melati untuk Marvel. Tentu ini lucu, karena penyuka Oprah biasanya cenderung tinggi selera tontonannya, lha kok ini malah nonton sinetron.

Karena dibahas itulah, saya jadi lebih memperhatikan sinetron itu. Saya pun bisa menyetujui, bahwa Melati untuk Marvel cukup bisa diacungi jempol dalam kapasitasnya sebagai sinetron, walau masih bisa saya cela dalam beberapa hal.

Mengapa saya puji?

Sinetron biasanya menampilkan tokoh baik dan tokoh jahat. Yang baik sangat baik dan tidak jahat. Yang jahat tidak ada sisi baiknya. Hahaha… Contohnya mungkin seperti dalam kisah Cinderella, atau sinetron Alisa, di mana Nia Ramadani digambarkan sangat licik dan nggak punya sisi positif. Jahaaat melulu. Tapi di Melati untuk Marvel, peran antagonisnya sangat wajar. Ada Dika (Fendy Chow) yang bisa sebal dengan istrinya, namun bisa jadi baik juga. Dika juga digambarkan seperti “nenek sihir ala cowok” cerewet dan suka nyusahin karyawannya (terutama Marvel). Namun di sisi lain, Dika juga sayang sama adikknya (Melati), care dengan istrinya (Aurel). Namun ada sisi-sisi manusiawinya juga, yaitu sempat khilaf karena menghamili mantan pacarnya, Shafa.

Sinetron ini alurnya baik dan sangat natural. Scene-scene-nya sangat masuk akal. Beda dengan sinetron Alisa yang beberapa kali ceritanya nggak masuk akal. Salah satu yang saya ingat adalah ketika Natasha (Nia Ramadani) menuangkan sebotol pemutih pakaian ke ember cucian Alisa. Digambarkan Alisa kemudian terkejut karena air cuciannya kok panas.

Apaaaa??? Panas? Kalau seember cucian diberi pemutih pakaian sebotol, harusnya baunya aja udah kecium dong… Nggak pernah nyuci, ya om sutradara (atau penulis skenario)??? Please deh…..

Kembali ke Melati untuk Marvel. Walau bisa sedikit dipuji, tapi sinetron ini juga masih kurang oke. Karena seperti penyakit sinetron Indonesia lainnya, yaitu melupakan detail. Ada saat ketika Chelsea dan Rezky tidak dapat syuting bersama, tapi harus ada adegan bersama. Gimana caranya? Ya di-shoot sendiri-sendiri. Kesalahannya kelihatan ketika Melati menempelkan jarinya ke bibir Marvel sebagai ganti ciuman. Kukunya beda. Kuku Melati itu hasil kerjaan nail saloon, bermotif strawberry dengan warna merah dan hijau, sedangkan yang tampak di bibir Marvel kukunya merah doang.

Hihihihi… ngikik….

gambar dipinjam dari sini

→ 42 CommentsKategori: tulisan ringan
Tagged: , , , , , , , , ,

I love the way they dressed

Februari 26, 2009 · 1 Komentar

Di musim orang-orang mulai memakai harlem pants dan high waist skirt yang menurut saya kurang oke dan agak cacat secara mode :P [peace yo, pendapat boleh beda kan?], saya sangat senang dengan apa yang mereka pakai. Good looking :)

Jangan jadi korban mode ya! Pakai yang sesuai dengan badan kamu :)

Debra Messings emerald-embellished Jenny Packham piece showed off the 40-year-olds toned arms and gorgeous head of red.

Debra Messing's emerald-embellished Jenny Packham piece showed off the 40-year-old's toned arms and gorgeous head of red.

Halle Berry hit yet another fashion home run in a sexy strapless Reem Acra dress at the 2nd annual Essence Black Women in Hollywood Luncheon.

Halle Berry hit yet another fashion home run in a sexy strapless Reem Acra dress at the 2nd annual Essence Black Women in Hollywood Luncheon.

Marcia Cross stole the spotlight in a lilac cap-sleeved Elie Saab stunner at a recent charity soiree.

Marcia Cross stole the spotlight in a lilac cap-sleeved Elie Saab stunner at a recent charity soiree.

Marcias fellow housewife Teri Hatcher looked far from desperate in a cute tank, corset, skinny pants, and studded booties at the Indie Spirit Awards.

Marcia's fellow "housewife" Teri Hatcher looked far from "desperate" in a cute tank, corset, skinny pants, and studded booties at the Indie Spirit Awards.

Gambar diambil dari sini, sini, sini, dan sini

Ini ada satu lagi dink… [ditambahkan 31 Maret 2009]

CANNES, FRANCE - JANUARY 20:  Singer Cassie attends the 2007 NRJ Music Awards held at the Palais des Festivals in Cannes, France on January 20, 2007.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)

CANNES, FRANCE - JANUARY 20: Singer Cassie attends the 2007 NRJ Music Awards held at the Palais des Festivals in Cannes, France on January 20, 2007. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)

→ 1 CommentKategori: opini · tulisan ringan
Tagged: ,

Pebruari atau Februari?

Februari 26, 2009 · 1 Komentar

Dulu, dengan yakin saya akan menulis Pebruari, karena begitulah yang benar berdasarkan sumber yang bisa saya percaya (sebagai seorang pemerhati bahasa).

Sekarang, kok makin jarang saya lihat, tulisan Pebruari. Maka saya bertanya-tanya. Apakah masih Pebruari atau sudah dijadikan Februari saja? Soalnya saya cek di Kompas, mereka menggunakan “F” alih-alih “P”.

So… mulai sekarang, saya akan menuliskan Februari sebagai nama bulan kedua dalam kalender masehi.

→ 1 CommentKategori: bahasa
Tagged: , ,