AureliaClaresta’s Weblog

Susu Segar

Juni 27, 2008 · 1 Komentar

fresh milkNgeliat postingan tentang susu, jadi ingat susu segar.

Saya punya ‘masalah’ dengan susu segar. Hehehe. Tiap kali lewat ringroad utara, (kalo dari arah barat menuju timur) sebelum JIH, ada warung tenda yang tulisannya SUSU SEGAR. Tiap kali lewat situ, selalu terbayang susu cair yang dingin dan menyegarkan. Tapi tiap kali lewat, pas nggak tergerak untuk parkir dan mampir ke sana.

Hingga suatu saat, pas lewat situ dengan mengendarai mobil, saya mbahas masalah susu segar itu ke mama. Dan mama berkata

susu segar ya anget donk, bukan dingin

What??? Anget? Hancur deh image susu segar = susu dingin di kepala saya. Tapi anehnya, tiap kali lewat warung tenda yang bertuliskan susu segar, (pas lg boncengan sama Widy), saya selalu bilang “Wah, susu segar”. Di kepala saya, masiiih saja, yang terpikir susu dingin. Dan kemudian kecewa lagi kalo inget susunya anget, nggak dingin.

Ah, nggak asik nih. Masa susu segar kok anget. Segar ya dingin

Hingga tadi pagi saya sarapan di Kakaktua  Restaurant, karena dapet tiket nginep gratis di Quality Hotel, Yogya. Ada tulisan FRESH MILK di meja itu….. Dekat dengan sereal coco cruch, dll. Dan susunya DINGIN, sodara-sodara….

Nah, kan…. Susu segar ya gini donk! DINGIN!!! Bener-bener segar….

Saya tetap akan selalu menyukai susu segar a.k.a susu dingin…. rasanya…… ahhh….. enaknya….. Segala haus pasti terbayar :)

→ 1 CommentKategori: Uncategorized
yang berkaitan:

Flute itu…

Juni 27, 2008 · 2 Komentar

Terinspirasi dari judul ini

Ini kisah sedih. Jangan harap bisa ketawa…. hiks hiks

Jaman SMA, aku pernah belajar flute (bukan kursus, karena gratis) dengan seorang kakek yang bernama Opung Viktor (pake k ato c ya??). Sayang, latihannya terhenti karena Opung mulai sakit-sakit dan meninggal pada awal tahun 2005. Padahal, aku baru belajar flute itu selama 6 bulan… Jadilah aku berhenti main flute karena tidak ada guru lagi, dan karena memang aku kurang intra motivation (istilahnya apa sih?! lupa). Terus terang, belajar flute itu nggak mudah. Barangnya sendiri sudah mahal. Waktu itu fluteku dibeliin oleh Oom Ogan, adik mama.

Setelah Opung tiada, rasanya sedih hati ini kalau melihat kotak hitam, tempat flute itu…. Ada yang mengiris-iris di dalam rasanya…. Yang bikin sedih itu ada beberapa….

1. Aku merasa nggak berbakat. Aku merasa kurang termotivasi untuk terus latihan sendiri. Karena aku merasa kecewa dengan perkembanganku. Lambat. Itu membuatku merasa kecewa, dan merasa, memang aku bukan dilahirkan untuk bermain flute.

2. Lagi-lagi nggak merasa berbakat untuk memainkan alat musik, karena Opung juga ngajarin Audris (adikku) main keyboard, dan dia selalu dipuji karena perkembangannya cepat. Sedih :(

3. Merasa bersalah pada Opung dan Oom Ogan, pengorbanan mereka sia-sia. Aku merasa, mulai belajar flute adalah  KESALAHAN. Dulu memang awalnya aku mau belajar harmonika. Tapi diketawain… Jadinya belajar flute deh.

4. Mama juga ngungkit-ngungkit (jarang sekali, tapi kalo terjadi, rasanya sediiih.. huff) kalo flute itu sekarang nganggur dan sia-sia.

Sekarang, flute itu lagi dipinjam Widy. Baguslah, kayanya dia itu memang berbakat memainkan alat musik. Sama seperti Opung… Semoga flute itu bisa lebih berguna….

Kemudian beberapa minggu yang lalu, aku mendengar orang main biola di kapel. Rasanya pengeeen bisa main biola. Tapi flute itu meninggalkan ketakutan. Ketakutan bahwa memang aku ini nggak berbakat main musik, hanya menyukai mendengar musik saja…

Keraguan itu hinggap di hati…. Dan masih tetap di sana sampai saat ini

→ 2 CommentsKategori: Uncategorized
yang berkaitan: , ,

Malaysia Tidak Lebih Baik dari Indonesia

Juni 16, 2008 · 1 Komentar

Hehehe… Judulnya itu, bukannya maksudnya kasar & tidak bersahabat dengan negeri jiran (baca:tetangga), ini hanya ungkapan penghibur hati saja. Mengapa saya bilang begitu? Karena pada Jumat (13/06) malam, (waktu nonton Republik BBM) pukul 20:45 saya melihat tulisan di berita pendek saluran TV One:

Pembayaran gaji pegawai negri Malaysia dicicil

Ya, ampun…. Udah pegawai negri, dicicil. Means, Malaysia juga sedang kelimpungan menghadapi kenaikan harga minyak. APBN-nya kacau…. Makanya Badawi disuruh-suruh (baca: didemo) untuk turun. Soalnya, harga BBM di sana mau dinaikkan 40% sih.

Nah, baikan SBY kan? Naikkin BBM cuma 30%. Hohoho. Tapi hati-hati. Karena harga minyak di Indonesia lebih rendah daripada di luar negri, rawan lho!

Rawan penyelundupan BBM ke luar negri. Karena harga di luar lebih tinggi, makanya lebih untung untuk dijual ke luar, seperti ke “Singaparna”

* (Singaparna adalah negara tetangga, katanya Pak Ihsanudin Noorsy di acara Republik BBM, Jumat lalu)

→ 1 CommentKategori: Uncategorized
yang berkaitan: , , , , , ,

Ecoroof [new inspiration]

Juni 13, 2008 · Tidak ada Komentar

Masih ingat sama pelajaran sejarah waktu SMP/SMA: Taman Gantung Babilonia? Hahaha… Taman Gantung Babilonia. Taman ini dibangun oleh Nebukadnezar II sekitar tahun 600 SM sebagai hadiah untuk istrinya, Amyitis. Lokasi taman ini sekarang berada di Irak.Saya tiba-tiba ingat sama taman -yang merupakan satu dari 7 keajaiban dunia kuno- ini ketika membaca tentang ecoroof dari majalah Tempo, hari Senin yang lalu.

Ternyata ide mengenai pepohonan di bangunan bertingkat atau di atap sudah ada dari 2600-an tahun yang lalu. Lalu, pertanyaannya, kenapa ya, di kala dunia sekarang semakin panas, saya tidak pernah melihat atap-atap rumah yang ditanami dengan tumbuhan-tumbuhan kecil ya? Tapi, ecoroof memang agak ‘njlimet’ alias lebih repot mbikin/ngurusnya. Nah, kalau nggak mau susah-susah, pake tanaman rambat aja :) Asal beberapa bulan sekali, diguntingi ranting-rantingnya. Jangan lupa, pilih tanaman rambat yang nggak banyak semutnya :)

Ecoroof ini memiliki berbagai fungsi, seperti keindahan, dan penurun suhu ruangan. Saya sudah membuktikan, kalau rumah yang menggunakan tanaman rambat untuk atap seng/asbesnya, suhu ruangannya juga lebih adem di tengah hari. Tanaman rambat ini sangat berguna untuk rumah-rumah beratap seng/asbes di negara tropis seperti Indonesia.

Kalau nggak punya lahan tanah yang bisa kita tanami pohon, dengan tanaman rambat, kita udah mbantu produksi O2 juga, kan? Go Green!!!

→ No CommentsKategori: Uncategorized
yang berkaitan: , , ,

Makan @ Jogja [6] : Dapur Desa

Juni 13, 2008 · 1 Komentar

11. Dapur Desa - Sego Abang Lombok Ijo [Jl. Tamansiswa, Gg Pronocitro - Depan LP Wirogunan]

Saya makan di sini terakhir 7 Juni 2008 yll.

Referensi saya untuk anda:

  1. Nasi merah + oseng daun pepaya + terik tempe Rp4.000 (masing-masing nggak istimewa, tapi kalo dimakan bareng, wuih…. seger & enak!)
  2. Empal Rp6.500 (menu wajib, enak banget makan nasi sayur ditambah empal di sini)
  3. Paru Rp6.000 (lumayan enak)
  4. Ayam sawut Rp10.000 (ayam kampung yg enak, sayang agak keras dagingnya)

Di sini tempatnya gubug-gubug gitu. Enak lah. Kesan desa-nya ‘dapet’. Sayang bagi yang nggak mau lesehan di gubug, soalnya selain di gubug, pemandangan dan suasananya kurang oke :) Ke sana yuk!

→ 1 CommentKategori: kuliner
yang berkaitan: , , ,

Aku rasa, anak ini jenius

Juni 5, 2008 · 2 Komentar

Di sela-sela bikin ringkasan tugas, aku browsing…. Masuk ke web temen kampus. Eh, nggak sengaja, jadi tau. Adiknya si teman ini tampaknya emang jenius :P Kecil-kecil udah bikin blog. Sistematika berbahasanya nggak kalah dengan orang gede. Wah, dia belum lulus SD aja udah kaya gini.

Jadi bertanya-tanya… Itu pembantu rumah tangga kadang-kadang lulus SMP aja sistematika berbahasanya ngaco. Berbahasa itu bakat ya? [muka tolol:mode on]

Saya jadi ingat, dulu teman saya ini bilang, kalo adik cowonya ini punya selera yang oke. Gayanya juga udah kaya orang gede. Tahu mana makanan yang enak & nggak. Tahu model tas wanita yang oke & tidak. Tahu tentang baju yang matching & ngaco. Tahu cewek cantik & tidak. Udah bisa browsing internet & download game sendiri…..

Walah..walah….. Padahal, masih kelas 3 SD lho….

Oh iya, hampir lupa….. blog si anak itu di sinianak itu & mbaknya

→ 2 CommentsKategori: Uncategorized
yang berkaitan: ,

Tempat Makan di Jogja [5]

Juni 4, 2008 · 1 Komentar

9. Iga Bakar [Jl. Kaliurang & Jl. Gejayan]

Tanggal 28 Mei 2008 saya ditraktir seorang teman di Iga Bakar. “Thanks bro, kalo bukan diajak kamu, mungkin sampe sekarang aku belum pernah ke situ”. Komentar saya atas menu yang kami pesan:

  1. Iga Bakar Madu Cut Size Rp23.500 - enaknya karena sudah dipotong-potong. Rasanya ENAK! Porsinya pas. Walaupun jadi kebanyakan karena sehari-hari saya biasa makan nasi cuma setara 3-4 sdm. Hehehe. Oya, harga iga belum termasuk nasinya lho. (Nasi Rp2.500)
  2. Iga Bakar BBQ Rp27.500 - yang rasa BBQ ini juga enaak… lebih wangi :) Mantap
  3. Teh Tarik Rp8.500 - teh tariknya walo harganya segitu, rasanya nggak beda sama teh tarik instant. Mending bikin sendiri di rumah kaleee….

Saya pengen kembali. Dalam kurun waktu >2bulan yang akan datang. Nggak enak tauk, makan enak tiap hari. Enaknya sesekali aja :)

Mengenai suasana, oke. Pelayan, oke. Wastafel & sabun cuci tangan, oke juga. Cuma kursinya agak nyusahin. :) Harus dilangkah-langkahin. :P

10. Arirang Buffet Steamboat Restaurant - Korean Food [Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 8.5]

Saya ke sini tanggal 31 Mei 2008 yll

All you can eat di sini Rp60.000

Yang enak apa aja?

  1. Sate - tanpa bumbu kacang tapi enak
  2. Mie - empuk banget
  3. Daging merah yang dicampur Bulgogi… mantap!
  4. Jus jeruk

Yang nggak enak?

  1. Kerang (nggak fresh)
  2. Udang (nggak fresh juga)
  3. Minuman teh jagung (aneh rasanya)

Tempatnya bagus. Tamannya juga bagus. Ada burun elangnya di sana. Kamar mandinya oke. Mantap lah….. Senang di sana :)

Yang disayangkan hanya pilihan minumannya yang terbatas…

→ 1 CommentKategori: kuliner
yang berkaitan: , , ,

Mobilku….

Mei 27, 2008 · 3 Komentar

Kemarin, ada yang nanya, aku kepengen (baca:naksir) mobil apa, yang ada di Indonesia? Tau apa jawabanku?

Aku mau mobil hidrogen, yang emisinya O2 :)

hydrogen car

→ 3 CommentsKategori: Uncategorized

Ahmad Dhani Tukang Jiplak?

Mei 14, 2008 · 12 Komentar

Ini daftar tuduhan kasus penjiplakannya:The Donnas

  1. Cover album DewiDewi vs cover album The Donas
  2. Lagu “Cintaku Tertinggal di Malaysia” vs “Ruthless Queen”-nya Kayak (band rock asal Belanda)
  3. Lagu “Pangeran Cinta” vs “Immigrant Song”-nya Led Zeppelin
  4. Lagu “Munajat Cinta” vs “State of Grace”-nya John Petrucci
  5. Lagu “Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada” vs “Tears Never Dry”-nya Stephen Simmonds
  6. Judul lagu “Arjuna Mencari Cinta” vs novel berjudul sama oleh Yudistira.

Hahahaha…. Kalo udah segini buktinya, mo ngomong apa ya? Dhani tukang jiplak kah? Silahkan liat sendiri, denger sendiri, buktikan sendiri :)

→ 12 CommentsKategori: Uncategorized
yang berkaitan: , , ,

Tempat Makan di Jogja [4]

Mei 14, 2008 · 2 Komentar

8. Kedai Tiga Nyonya [Jl.Jend Sudirman 16 -- seberang Pizza Hut Tugu Jogja]

Kedai Tiga Nyoya

Malam minggu biasanya banyak orang makan di luar rumah :). Malam minggu yang lalu saya & keluarga pergi ke sana. Berikut adalah menu yang kami pesan, beserta komentar atas menu tersebut.

  1. Beef Special Tiga Nyonya Rp27.500 + Nasi Putih Rp3.500 (pedes banget, mericanya aduhai banyaknya. rasanya nggak istimewa. padahal ini menu yang disarankan si pramusaji pria nan ganteng, seleranya payah!)
  2. Nasi Lemak Special Rp25.000 (yang enak dalam paket ini hanya teri kacangnya yang enak, lainnya, biasa. ayamnya nggak enak, nggak ada rasa alias hambar)
  3. Nasi Goreng Oriental Rp18.000 (ada udangnya, scrambled egg, tapi rasanya biasa. enakan nasi goreng Vidi!)
  4. Nyonya Ritsttafel Rp25.000 (nasi kuning & teman-temannya, nothing special)
  5. Nasi Kebuli Rp25.000 (wah, karena saya nggak nyicipi, nggak tau juga, yg pasti bumbunya rich)
  6. Pure Fresh Orange Juice Rp15.000 (oke! nggak terlalu manis. aku pernah baca jus akan kehilangan khasiatnya kalau ditambahkan gula yg banyak)
  7. Teh Poci Rp10.000 (kata mama oke. pake gula batu, good!)

Oh iya, harga di atas belum termasuk tax.

Kesan atas resto ini, suasananya oke. Pelayanan oke. Servicenya nggak kelamaan (mungkin karena sepi juga). Tapi makanannya biasa. Nggak spesial. Kata mama, dia nggak mau kembali. Kalo aku masih mau kembali, pengen coba menu lain. Mungkin kebetulan mesen menu yg bukan spesialisasi mereka. Tapi sih, saran saya pada yang punya, “Om, cabang di Jogja perlu koki yg lebih baik! Kalo nggak, nggak terslamatkan bisnismu :P”

Sekian :)

→ 2 CommentsKategori: kuliner
yang berkaitan: