Mobil Pribadi atau Taksi

Standar

Selamat pagi, selamat hari Selasa. Weekend masih lama.🙂

Sumber inspirasi tulisan kali ini adalah tetangga saya. Begini kisahnya. Ibu saya bercerita singkat tentang Pak Rudi (bukan nama sebenarnya) tetangga kami yang menjadi hakim di Jakarta tapi memiliki rumah di Jogja. Di Jogja Pak Rudi ini memiliki mobil baru yang biasa dibawa istrinya. Di Jakarta, Pak Rudi ini kos. Mobil lamanya dibawa serta ke Jakarta. Tapi yang terjadi adalah Pak Rudi lebih sering naik taksi daripada menyetir mobil sendiri.

p22-b_20.img_assist_custom-400x273

Picture courtesy: The Jakarta Post

Saya tidak heran jika demikian. Jika Pak Rudi kos untuk bekerja di Jakarta, maka kosnya seharusnya tidak terlalu jauh dari kantornya. Untuk jarak dekat, menggunakan taksi jelas lebih hemat daripada membawa mobil sendiri. Jika Pak Rudi membawa mobil sendiri, Beliau harus mengeluarkan uang bensin, uang parkir (yang tidak sedikit), mengeluarkan energi untuk menyetir (apalagi kalau macet), plus harus meluangkan lebih banyak waktu dan energi untuk memarkir mobil. Keadaan lalu lintas di Jakarta itu sangat bikin stres, kadang ‘sedikit’ uang tidak terlalu berarti jika harus ditukar dengan kedamaian pikiran dan hati.

Kelebihan lain dalam memilih taksi daripada memiliki mobil pribadi antara lain tidak perlu mengeluarkan uang yang besar untuk membeli mobil, tidak membayar pajak kendaraan & asuransi mobil, tidak perlu merawat mobil, plus memiliki sopir pribadi (tidak perlu menyetir sendiri).

Tapi itu semua itu hanya berlaku bagi orang-orang yang memiliki jarak tempuh yang dekat, jika kantornya di Sudirman rumahnya di BSD, sudah jelas naik taksi bukan pilihan. Mungkin harus naik kereta api (commuter line) atau Shuttle BSD dulu baru disambung naik taksi.

Selamat bekerja, pembaca yang budiman. Weekday masih panjang! Enjoy your work!

 

About aureliaclaresta

Female. Ex consumer researcher & lecturer’s assistant. Learning business by running small business. Sometimes become a nocturnal. Love JokPin's poems, dress, Dee’s & Ayu Utami’s books, photography, make up, and learning new things. Lived in Tg Pinang, Kutoarjo, Serpong, BSD, & Jakarta. Now stay in Jogja with mom, 2 brothers, and some employees. See her tweets @aureliaclaresta

2 responses »

  1. Wah hakim dari Pengadilan mana kah? Siapa tau saya kenal😛

    Btw benar juga sih, kalo dibandingkan dengan mobil emang udah cape nyetir plus bayar biaya lain2nya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s