Sendiri di Bali – Ingat Saran Mama

Standar

Saat berangkat dari Jogja, Mama adalah orang yang rela bangun pagi untuk nganterin saya ke bandara. Iya, naik motor, usia beliau sekarang 51 tahun dan masih nganterin anaknya naik motor, kinda cool, huh?!

Sebelum berangkat Mama sempet nanya, “nggak bawa jas hujan?” saya bingung, haa? jas hujan? yang bener aja? “nggak lah, buat apa?” Maksud doi adalah jas hujan yang gocengan, yang bening kaya kantung plastik/kresek. Doi bilang, ” ya, sapatau ujan”. Saya merasa nggak perlu karena akan jalan-jalan sama tim naik mobil 2 hari ke depan. Saya sebenernya nggak gitu ngerti, apakah jas hujannya dipakai saat saya akan jalan-jalan di ‘kebun binatang’, atau gimana.

Belum ada setengah hari berlalu dan saya sedang dalam perjalanan menuju Kuta, sehabis makan siang. Kondisinya langit mendung banget dan SAYA NAIK MOTOR. Yaelah…. kejadian juga nih… mengabaikan saran nyokap, eh kok tiba-tiba butuh.

Saya agak beruntung karena saya bermotor cukup jauh dan hujannya cuma rintik kecil, nggak sampai terlalu membasahi jaket saya. Saya jadi ingat sama cerita bapak-bapak yang yakin bahwa Tuhan menghalaukan hujannya supaya ia bisa lewat tidak terlalu basah (padahal harusnya di daerah tujuan itu hujannya deras, bisa dilihat dari basahnya pengendara motor dari arah berlawanan). Saya sedikit merasa seperti itu.

2013-02-02 14.49.18

berteduh saat hujan

Tapi ada saatnya hujan mulai menderas, dan saya harus berteduh. Apa yang terjadi? SAYA DAPAT TEMPAT BERTEDUH yang ENAK SEKALI. Maksudnya? Saya nemu toko yang sedang tutup karena renovasi, dan ada atap yang menjorok ke luar, sehingga motor pun bisa diamankan di bawah atap. Saya sendirian pula di tempat itu, nggak perlu berdesak-desakan.

What a bless….

Rasa syukur muncul kadang dari hal-hal kecil kaya begini.

Puji Tuhan…..

Apa yang saya lakukan segera setelah duduk? Cari kaca, ngecek muka yang gosong, waktu di pantai sudah ngeliat sih, bagian idung merah banget boook…. Nah, sekarang saatnya bersihin debu jalanan pakai cleanser, pakai ulang bedak, gaya tetep nomor satu kalo jalan-jalannya di Bali😛

Soon, hujan berhenti. Saya siap meluncur di jalanan basah menuju Kuta, Tune Hotel Kuta. Mandi duluan sebelum teman sekamar datang, supaya waktu dia sampai hotel nggak perlu nunggu giliran kamar mandi. Cyussss…..

About aureliaclaresta

Female. Ex consumer researcher & lecturer’s assistant. Learning business by running small business. Sometimes become a nocturnal. Love JokPin's poems, dress, Dee’s & Ayu Utami’s books, photography, make up, and learning new things. Lived in Tg Pinang, Kutoarjo, Serpong, BSD, & Jakarta. Now stay in Jogja with mom, 2 brothers, and some employees. See her tweets @aureliaclaresta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s