Sendiri di Bali – Petualangan Si Bolang (2)

Standar

Waktu menunjukkan sekitar pukul 11.00 WITA ketika saya sampai di peradaban Nusa Dua. Sebelumnya saya telah melewati dua jam terpanggang matahari karena helm rental tidak memiliki kaca dan saya tidak menggunakan sarung tangan untuk bermotor.

Ajaib juga, setelah melalui jalan yang sangat offroad, saya bisa sampai ke kawasan yang dipenuhi hotel-hotel mewah. Ajaib juga rasanya bisa menemukan Nikko Bali Resort. Persis di sebelah resort ada jalan menuju pantai. Tertulis di sana ” Pantai Sawangan 400m”.

SURGA!

Pertama karena akhirnya perjalanan pencarian saya telah berakhir.

Kadang hidup kaya gini, awalnya rencananya gimana, eh nyasar, ketika sampai di tujuan yang bahkan lebih bagus, kita terheran-heran mengapa bisa sampai ke ‘tempat’ seperti ini.

Kedua karena pemandangannya sangat tenang dan indah. Surga dunia.

foto asli nggak diedit sama sekali

Untuk masuk ke area parkir, cukup bayar Rp2.000 ke orang lokal yang menjaga portal. Sungguh tidak mahal untuk ‘izin masuk’ ke pantai yang sangat indah. Kelak saya membaca di twitter, katanya seorang traveller selebtwit, pantai ini lebih indah dari Dreamland dan Padang-Padang.

Ketika turun tangga, saya merasa agak nggak nyaman karena di bawah pepohonan rindang ada bapak-bapak & pemuda lokal yang sedang berkumpul dan ngerumpi. Saya khawatir akan diganggu. Ternyata enggak. Aman..

Bule-bule kaya pada berjemur, ombak saat itu minim. Nggak ada satupun orang berselancar/surfing, begitu juga sampai saya meninggalkan pantai itu 2 jam kemudian.

Pantai Sawangan

Bule-bule tahan banget sama panasnya matahari. Saya sama sekali nggak tahan. Keringetan pol. Saya melihat ada tempat yang teduh. Di sana saya duduk dan menikmati pantai selama 2 jam. Sesekali chatting di whatsapp. Sinyal Axis masih cukup baik, sehingga saya masih bisa chatting di pinggir pantai. Memandang laut dan ombak dan bermain-main dengan pasir.

Surga… Surga… Surga…

Makin lama, ombak makin naik dan makin ganas. Saya kehilangan tempat duduk saya yang teduh, saatnya meninggalkan Pantai Sawangan. Saatnya move on demi perut yang sengaja dibiarkan lapar sejak datang. Senang sekali bisa ke sini. Ini pantai yang paling saya sukai saat ini. Tapi untuk (main) pasirnya, saya lebih suka di Gunung Kidul, DIY… berbutir bulat-bulat. Yang di sini sangat lembut bak disaring, yang bulat-bulat lebih sedikit. Tapi pantai ini karang-karang kecilnya ada, tapi agak menjorok ke arah laut. Hati-hati kalau bermain ombak dan terseret, bisa luka, terminum/tersedak air asin, dan bahkan tak kembali (nyawanya).

Dalam perjalanan pulang, saya agak tersasar lagi di daerah offroad. Ada resort-resort baru yang dibangun di sana. Pasti makin meriah setahun lagi. Bisa jadi pantai Nusa Dua akan lebih ramai dan jadi makin kotor. Semoga saja nggak.

2013-02-02 14.42.04

Dalam perjalanan kembali ke Kuta, saya menemukan warung makan kecil yang ramai didatangi bule. Ternyata harganya lumayan murah untuk harga turis. Saya memesan banyak makanan. Saya makan dulu…..

2013-02-02 14.11.10

 

Photos Courtesy: Aurelia Claresta U

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s