Bisnis yang Tidak Feasible di Jogja (bagian 2)

Standar

Hari ini saya tepati janji saya untuk melanjutkan rangkaian tulisan tentang bisnis yang tidak feasible di Jogja. Semoga bermanfaat.

2. Warnet 

Jogja adalah kota pelajar hingga kini. Jumlah perguruan tinggi di sini ribuan. Jumlah sekolahnya pun banyak sekali. Wirausahawan pemula yang  muda (apalagi jika suka bermain game online) mungkin akan membuka warnet sebagai pilihan bisnisnya. Tapi menurut saya, warnet dengan jumlah komputer kurang dari 20 buah adalah bisnis yang tidak feasible. Mengapa?

my warnet

Photo courtesy: http://elektronicakomputerzone.blogspot.com/

Alasan 1. Tarif umum untuk menggunakan jasa warnet di Jogja adalah Rp3.000 – 4.000 / jam. Tarif ini terlalu rendah untuk membiayai keberlangsungan bisnis yang kompetitif. Warnet yang diminati pasti yang koneksinya paling cepat, komputernya baru, dan ruangannya nyaman. Jika mau buka warnet 10 komputer, investasinya paling sedikit dibutuhkan Rp40 juta* sedangkan omsetnya (saya perkirakan) Rp100-200 ribu per hari (walaupun sudah buka 24 jam), nggak worth it.

* sumber penelitian ini (hal 11)

** berdasarkan wawancara, forum ini, dan penelitian ini (hal 14)

catatan: walaupun sumber adalah penelitian dari tahun 2003, namun kondisinya omset warnet2 tidak jauh berbeda dengan tahun 2013 ini.

Alasan 2. Jumlah target market pengguna warnet kian hari kian sedikit, karena kesejahteraan orang semakin baik karena perekonomian Indonesia yang baik sehingga semakin banyak orang memiliki koneksi internet di rumah, sekolah, kantor dan smartphone/tablet pribadi.

LIMUNY – Layanan Internet Mahasiswa UNY adalah salah satu ‘warnet’ yang terkenal cepat koneksinya

Photo courtesy: akun “airyto” pada forum.indowebster.com

Alasan 3. Adanya perang harga antar warnet (dan sudah terjadi) di Jogja sehingga merugikan semua warnet.

Warnet yang ditambah nilainya dengan menjadi Cafe internet pun tidak menjamin mendapatkan omset yang baik. Selama 7.5 tahun mengamati bisnis warnet di Jogja, saya sudah melihat warnet-warnet kecil tumbuh dan mati silih berganti, warnet yang cukup besar dan sukses di tahun 2006-2007 sekarang sepi dan berada di posisi yang sulit (Bumi Net), serta grup warnet bagus dan besar yang menawarkan franchise tumbang (grup Groovy Net, Bayo Net, & Rama Net). Ini sudah lebih dari cukup bagi saya untuk mengatakan bahwa bisnis warnet di Jogja persaingannya sudah jenuh dan target marketnya mengecil sehingga sudah tidak feasible lagi untuk dimasuki.

header bayonet

TAPI saya mengamati sebuah warnet yang masih eksis (walaupun mungkin dulu jauh lebih baik keadaan finansialnya) namanya SATRIA NET. Lokasinya ada di Babarsari, pertigaan dekat Unprok. Warnet ini okupansinya bisa diacungi jempol KARENA warnet ini memiliki koleksi software, film, lagu, komik, dan skripsi yang sangat banyak. Bisa terlihat mereka memiliki server sendiri untuk menyimpan data-data yang sangat banyak tersebut. Walaupun sifatnya ilegal, tapi itu yang menjadi nilai tambah dari warnet tersebut. Orang datang bukan (hanya) untuk internetan, tapi untuk copy file film/lagu/komik sehingga tidak perlu download sendiri.

(bersambung ke bisnis lain di post selanjutnya….)

2 responses »

  1. Wah Re, soal warnet tertentu punya koleksi film, lagu, dll. itu sebaiknya jangan ditulis di blog. Atau setidaknya kalau mau nulis jangan disebutin nama tempatnya. Kemungkinan dan sebagian besar barang di sana kan ilegal… Kalau warnet semacam itu tutup karena laporan pemilik hak cipta (biasanya pemilik sistem operasi, hehe), banyak yang sedih.
    Oke oke?

    • Terima kasih untuk pertimbangannya, Chris. Tapi pendapat dan sikapku: kalau memang saatnya ditutup karena ada pengetatan penerapan hukum, ya tutuplah, sudah sepantasnya hal seperti itu juga diperketat karena ada hak cipta atas produk2 itu, Chris. Di forum-forum hal ini terbuka, jadi aku rasa info yang kuberikan ini adalah ‘rahasia umum’, aku nggak akan lakukan sensor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s