Karaoke yang (tidak terlalu) Mengejutkan

Standar

Suatu pagi saya, saya terbangun karena ibu saya menerima telepon dari kenalan di Tanjung Pinang. Jika saja teleponnya ditutup dalam waktu satu menit, saya akan tidur lagi. Sayangnya, hari itu teleponnya lama. Maka, saya pun terjebak di dalam kondisi ingin tidur lagi tapi terganggu suara obrolan ibu saya. Tapi pembicaraannya cukup menarik, jadi saya simak.

Photo courtesy: http://www.bookamobiledj.com

Pembicaraan yang awalnya tentang bisnis, beralih ke soal rumah tangga si kenalan. Istrinya galak dan sekarang (usia paruh baya) menolak untuk memiliki hubungan mesra dengan suaminya. Kemudian ibu saya mengatakan “…, tapi kalau Pak X pergi ke karaoke sebagai hiburan, saya rasa itu nggak baik, Pak.” Dan kemudian disangkal oleh si Pak X bahwa ia hanya berkumpul dengan teman-temannya di pujasera, bukan di karaoke. Saya yang meninggalkan Tanjung Pinang di usia 10 tahun, menerka-nerka apakah karaoke di sana tidak ada yang ‘bersih’?

Saya mengenal dunia perkaraoke-an baru di kota Jogja, saat kuliah. Hingga kini, saya baru masuk ruang karaoke tidak lebih dari 4 kali. Karaoke yang pernah saya masuki adalah Happy Puppy Seturan, Happy Puppy Ring Road Utara, dan Inul Vizta Ring Road Utara. Di semua kesempatan, saya hanya jadi anak bawang. Tidak lebih dari 5 kali saya pegang microphone untuk bernyanyi (seringkali duet, tidak sendirian) karena memang saya tidak pede untuk nyanyi.

Saya merasa suara saya fals.

Momen yang bikin saya kapok nyanyi pakai mic adalah saat masih SMA, seorang anak band membuat lelucon untuk suara saya yang memang tidak bagus. Tamat sudah keberanian saya untuk menyanyi karaoke walaupun saya aktif dalam kegiatan paduan suara acapella (saat SMA) dan koor gereja (hingga saat ini).

Singing-for-healthy

Photo courtesy: http://www.mediabistro.com 

Karena dasarnya saya senang menyanyi, saya ingin sekali pergi ke karaoke sendiri. Ingin latihan “menyanyi dengan mic” tanpa perlu malu kalau suaranya sember. Pilihan lagu yang tepat bisa membuat “menyanyi dengan mic” tidak seburuk yang saya takutkan. Pada puncaknya adalah saat saya sedang happy di Jumat malam, minggu lalu. Setelah selesai dengan tugas ini dan itu, secara impulsif saya berniat karaoke. Saya memilih untuk mencoba berkaraoke di daerah Seturan, Jogja, kawasannya kampus Atma Jaya. Di sana ada 2 tempat karaoke yang bersandingan.

41043307

Photo courtesy: “ironman93” – http://www.panoramio.com

Waktu menunjukkan pukul 21 lewat. Saya menggunakan jeans biru tua dan kaos oblong Dagadu dan melangkahkan kaki menuju HyperBox. Saya perlu berjalan agak jauh karena ‘parkir dalam’ dan area parkir pinggir jalan di sekitar kedua karaoke itu penuh sesak. Beberapa langkah di area parkir HyperBox, saya melihat satu… dua… tiga… perempuan dengan dandanan full dan pakaian less. Dalam hati saya mengumpat. No way! Tulisannya karaoke keluarga. Saya nggak nyaman dengan situasi itu, dan memilih memutar badan dan menuju karaoke di sebelahnya, Shangrilla. Di sebelah tulisan “karaoke keluarga”-nya lebih besar. Pasti aman. Langkah saya terhenti dengan cara yang sama karena beberapa perempuan bercelana sangat pendek duduk-duduk manis di bawah kanopi gen set. Memang sedang hujan rintik-rintik, makanya mereka “sembunyi” di sana. Saya kembali berjalan menuju mobil dengan ngumpat-ngumpat dalam hati. Saya kira cuma Terrace saja yang ada giniannya.

Kebahagiaan itu hal yang mahal dan juga mudah sekali lenyap. Kali ini, penghisap kebahagiaan saya adalah tempat karaoke.

Sebetulnya ketika perjalanan dari Seturan ke rumah, lewatlah saya pada 2 karaoke keluarga lainnya: Family Fun, dan Happy Puppy Seturan. Tapi parkiran keduanya penuh, saya sudah keburu nggak nafsu nyanyi sama sekali dan takut bahwa di keduanya saya MUNGKIN menemukan hal yang sama. Biarlah misteri tetap menjadi misteri. Mungkin saya lagi apes karena saat itu adalah Jumat malam dan sudah “agak maleman“, jadi situasinya nggak sama seperti siang hari. Semoga kali lain saya bisa kesampean untuk karaoke sendirian. Pentingkah untuk menjadi resolusi 2013? Jelas tidak.🙂

About aureliaclaresta

Female. Ex consumer researcher & lecturer’s assistant. Learning business by running small business. Sometimes become a nocturnal. Love JokPin's poems, dress, Dee’s & Ayu Utami’s books, photography, make up, and learning new things. Lived in Tg Pinang, Kutoarjo, Serpong, BSD, & Jakarta. Now stay in Jogja with mom, 2 brothers, and some employees. See her tweets @aureliaclaresta

4 responses »

  1. Sy sudah pernah masuk hyperbox, sangat baik dibandingkan inul dan happy puppy. Jangan khawatir, tidak ada masalah kok. Memang baik sih berjaga-jaga, but, trust me, they’re fine (as far as i know)….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s