Evaluasi Review Makan @ Jogja [part A]

Standar

Waktu berlalu, banyak hal berubah. Termasuk restoran-restoran di Jogja. Saya kepikiran tentang review-review yang saya tulis di tahun-tahun yg lalu, jangan sampai menyesatkan pembaca karena perubahan yang telah terjadi seiring waktu.

Waktu berlalu, selera saya pun mungkin telah berubah. Cicip sana cicip sini, dulu lebih suka A, sekarang lebih suka B. Maka demikianlah evaluasi saya atas tempat-tempat makan di Jogja.

1a. Phuket berkembang dengan memiliki cabang di Jl Ringroad Utara, Jl MT Martadinata. Terakhir kali ke sana pada 8 Okt 2012. Udang tiga rasa tetap enak, tom yam standar (dasarnya saya kurang suka tom yam), ayam bakar madu standar. Sego Penyetan Khas Banyuwangi berkurang popularitasnya (yg di Seturan), yg di Jl Kaliurang kurang tahu kabarnya, udah lama nggak lewat. Depot Laris-i Ayam Bakar Ps. Gowok menunya bertambah, area tempat makannya bertambah, pengunjungnya tetap ramai. KuFC sudah tutup  (link artikel lampau)

1b. Hingga sekarang saya belum pernah masuk Beukenhof. Parah, yee. Hahaha. Tapi Ullen Sentalu adalah museum yang saya rekomendasikan untuk tetap dikunjungi wisatawan. Isinya ttg sejarah kekeratonan Yogyakarta. Museum terbaik di Jogja menurut saya. (link artikel lampau)

2. Bale Raos tetaplah menjadi tempat yang perlu dikunjungi oleh wisatawan. Tetap recommended. Restoran ini dikelola oleh keraton, terawat baik, makanan terjaga konsistensinya, harga tetap bersaing, cukup sering ada acara korporat di sini. Malam minggu ada live music khas Jawa. (link artikel lampau)

3. Saya sudah lama nggak makan di Mang Engking di Soragan, jadi saya nggak bisa komen. Setau saya, kualitas makanan di sana masih baik-baik saja, tidak ada word-of-mouth yg terdengar. Mie & Salad Vidi SUDAH TUTUP.  (link artikel lampau)

4. Kedai Tiga Nyonya tetap sepi, tapi belum tutup. (link artikel lampau)

5. Iga Bakar popularitasnya turun, yang di Jl Gejayan/Affandi sudah tutup lama, yang di Jl Kaliurang nampaknya masih ada. Arirang Buffet Steamboat Restaurant sudah tutup, digantikan restoran korea juga namanya Jang Geum. (link artikel lampau)

6. Dapur Desa terakhir kali ke sana (sekitar tahun 2010), makanannya konsisten, tapi gazebonya sudah lebih tua, kurang perawatan, jadi kurang menarik. (link artikel lampau)

7. Sakura, Hotaru, Tora Bistro sudah tutup. Oshin entah masih ada atau tidak, jangan ke sana, sangat tidak recommended. Sapporo Ramen & Kiko Bento entah masih ada atau tidak. Bee’s tetap ada penggemarnya. (link artikel lampau)

8. Tiu Cio di Moses Gatotkaca konsisten, tetap ramai dengan mahasiswa dan orang-orang muda. (karena ada yg di tempat lain, namun bukan cabang) (link artikel lampau)

9. NPG/Nasi Peyek Gempur sudah tutup (link artikel lampau)

10. Yamie Manis Bandung 59 ini dulu favorit saya. Ketika saya sudah merantau ke Jakarta dan menyukai Bakmi Roxy (jl Sabang) dan mencicipi mie yamin kesukaan saya di sini, saya menemukan bahwa selera saya sudah berubah, ada yang aneh dengan rasa kecapnya. Entah karena kecapnya diganti (dan itu signifikan terhadap rasa mie-nya) atau karena saya sudah terbiasa dengan mie ayam ala Bakmi Roxy jl Sabang Jakarta. Saya sudah berhenti datang ke sini.  (link artikel lampau)

11. Amboja Resto sekarang sudah di ambang kebangkrutan, menurut saya. Terakhir kali ke sana di pertengahan 2012, restoran ini sepi, bangunannya tidak terlalu terawat, dan makanannya di bawah standar enak. Saya tidak akan kembali lagi ke sini. (link artikel lampau)

12. Saya sedih sekali ketika tahu bahwa Gama Candi Resto sudah tutup. Ada yang tahu, sekarang resto ini pindah ke mana? (link artikel lampau)

13. Nanamia Pizza sekarang makin berkembang, makin besar, tadinya 1 ruko, sekarang sudah menggunakan  ruko. Tapi saya belum pernah kembali ke sini sejak akhir 2009, sejak makanan di sana berulang kali gagal dalam konsistensi rasa. Rumah Pizza & Musee Pizza sudah tutup. (link artikel lampau)

14. Ramen saya rasa sudah tutup. Nikkou Ramen saya belum pernah coba. Sentana Bistro saya belum pernah ke sini lagi sejak Agustus 2010. (link artikel lampau)

15. Mie Ceker Bandung masih oke dan konsisten rasanya ketika saya ke sini pertengahan tahun 2012. (link artikel lampau)

16. Saya mampir lagi ke Hikari Ramen di pertengahan  2012 dan sangat kecewa dengan kondisi tempat ini. Interiornya dari dulu buruk, dan ketika saya datang nampaknya lebih buruk karena penuh dengan cowok-cowok muda dan penuh asak rokok. Saya nggak jadi makan di sini dan nggak mau kembali lagi. (link artikel lampau)

Demikianlah evaluasi terkini dari tempat makan dan restoran yang pernah saya tulis di blog saya sejak  tahun 2008. Ternyata makan waktu juga ya, nulis evaluasi. Tapi saya senang dengan artikel ini karena menghindarkan pembaca dari perubahan yang telah terjadi seiring waktu.

Saya akan nulis ttg menu di tempat lain, soon! See ya!

About aureliaclaresta

Female. Ex consumer researcher & lecturer’s assistant. Learning business by running small business. Sometimes become a nocturnal. Love JokPin's poems, dress, Dee’s & Ayu Utami’s books, photography, make up, and learning new things. Lived in Tg Pinang, Kutoarjo, Serpong, BSD, & Jakarta. Now stay in Jogja with mom, 2 brothers, and some employees. See her tweets @aureliaclaresta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s