Cerita Pak Supir Taksi

Standar

Aurelia naik taksi. Mengapa Aurelia naik taksi? Alasannya hanya ada tiga… ehm.. empat. Satu, karena sedang hujan agak lebat (atau lebat banget). Dua, karena sedang bawa barang berat (biasanya karena gotong2 peralatan untuk tugas di luar kota). Tiga, karena antrian di Trans Jakarta panjangnya kebangettttan (diprediksikan karena sistem pengaturan alokasi bis yang tidak modern dan tersistem). Empat, karena sudah terlalu terlambat untuk nungguin bus Trans Jakarta, even ga pake ngantri.

Dan seringkali saya naik taksi karena alasan yang ke empat*.

* nggak ada statistiknya juga sih, tapi perasaan sih gitu

Okay, ceritanya adalah, di suatu pagi yang nggak gitu terburu-buru, saya naik taksi. (Lho, nggak terburu-buru kok naik taksi) [Sttt…diem ah.. orang lagi cerita jangan disela. husss….] Sambil make alas bedak, bedak, dkk, saya iseng nanya-nanya aja sama Pak Sopir. Ini namanya tes lempar pancing.

Armadanya Ex*press (nama taksi = bekas ditekan) ada berapa, Pak?

Tentunya yang saya tanya adalah armada yang di Jakarta dan sekitarnya (emang di kota lain ada Taksi Express juga?). Dan jawabannya adalah

Oh, Ex*press mah ada 12.000, neng. Sekarang nambah lagi.

Dalam hati saya: “kamfret! ngapain juga banyak-banyak ni taksi. Menurut pengamatan saya, separo dari mobil-mobil yang ngantri di lampu merah Harmoni itu adalah taksi. Ngerti kan, apa yang memperparah kemacetan Jakarta?! Okay, walaupun di dalam hati boleh terjadi demonstrasi besar-besaran, di luar harus tetep cool. Tetep iseng mau nanya-nanya si tukang taksi. Siapa tahu secara iseng-iseng bisa mengetahui betapa besar potensi bisnis pertaksian Jakarta (halah…..).

Di satu pool ada berapa banyak taksi, Pak?

Si Pak Taksi kemudian menjawab bahwa di sebuah pool ada 300 sampai 500 taksi. Merasa mendapat angin, si Pak Taksi mulai bercerita bahwa perusahaan Taksi Burung Biru (eh, bukan game burung-burungan yg di-tap membelah diri jadi tiga itu, bukan…) itu armadanya lebih sedikit daripada perusahaan taksi ‘Bekas Ditekan’ itu. Lagipula, taksinya si suku Burung Biru itu nggak semuanya keluar dari pool, katanya. Suku Burung Biru konon sedang kekurangan supir.

Entah emang dasarnya si supir taksi demen cerita, atau bagaimana. Yang pasti, berikutnya saya tidak perlu bertanya lagi, dia sudah berkicau sendiri. Berikut adalah kutipan langsung dari cerita pak supir taksi.

“Iya, neng. Blue*Bird mah paling armadanya 11.000. Itu juga nggak semua taksinya keluar. Mereka kekurangan supir. Pada pindah ke Ex*Press. Di Ex*Press kan sistemnya kepemilikan. Kalau udah 5 tahun, mobilnya boleh dibeli. Saya udah beli 2 mobil. Ini yang ke-3, semoga bisa saya beli juga.”

Dan saya pun tinggal nambahin sedikit “oooo..” atau semakin ngomporin si supir yang ternyata emang doyan cerita ini.

“Mobil yang pertama saya jual. Yang kedua ditawar orang Rp75 juta saya nggak kasih neng. Buat istri. Saya dandanin, dicat merah ati. Beughh, cakep bener dah. Abis berapa tuh ya? Lima belas (juta) ada kali. Yang penting istri seneng. Walo mobil bekas teksi** kalau dibagusin kan enak ngeliatnya. ” (** tipikal supir taksi: cara baca = seksi – s + t)

Okay #swt. Ni sopir tukang pamer. Hahaha…. Abis ini dia pamer lagi berapa biaya yang harus dia bayar tiap bulan.

“Tiap hari saya harus nyetor Rp300.000, neng. Itu harus tiap hari. Artikan kan, sebulan saya bayar Rp9.000.000 (dengan nada bangga). Nggak boleh kurang itu, neng.Tiap hari harus bayar.”

Dan pembicaraan masih teruuus sampai saya akhirnya sudah sampai di depan lobi gedung perkantoran dan memberinya uang Rp18.000. (kenapa nggak 20 rebu aja sih? pelit amat) [heh! brisik.. kalo nggak rela, tambahin kek, 2 ribunya]

Saya menutup pintu taksi berwarna putih itu sambil tersenyum dalam hati

Kalau frustasi nggak pernah ngumpul-ngumpul duit, nanti saya nglamar jadi tukang taksi aja, deh.🙂

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s