Apa yang (Tak) Boleh Ditanyakan

Standar

Saya tidak kenal siapa itu @vipertongue. Tapi saya suka dengan quote-nya yang saya baca di Twitter.

If annoyed by your relatives’ nosey questions, just remember to not do the same when you become their age.

Hari gini, jaman Twitter meraja, semua orang bisa terkenal karena kata-kata-seratus-empat-puluh-karakternya. Syaratnya gampang-gampang susah. Bikin banyak orang meyakini kalimat itu sebagai kalimat ampuh, sehingga mereka dengan sukarela me-retweet-nya.

But.. heyyy…. I’m not gonna talking about Twitter here. Saya mau membahas tentang pertanyaan-pertanyaan yang sangat biasa terdengar di sekitar kita, dan sangat mudah kita tirukan, padahal sangat menyebalkan bagi yang mendengarkan.

Bisa tebak, pertanyaan apa itu? Yak, Tuan.. Anda benar sekali (penulis mulai berimajinasi sendiri, bisa membaca benak pembacanya),

Skripsinya sampai mana? Kapan lulus?

dan tentu saja, jawaban si tuan imajiner ini sudah sepaket dengan lanjutan reseh yang serupa, seperti

Loh, kamu masi di kampus aja? Sana, cepetan lulus, cari kerja.

Itu adalah variasi jenis pertanyaan yang membuat banyak mahasiswa tertohok-tohok dan banyak pisau-pisau imajiner nancep di mana-mana. Membuat si (calon) mahasiswa abadi berdarah-darah seperti aktor-aktor di film Darah Garuda yang saya tonton minggu lalu.

Variasi pertanyaan itu di masa-masa selanjutnya bunyinya nggak akan jauh-jauh dari

Kapan kawin? Kapan mau punya baby? Kapan nambah adik?

Begitu ‘lucu’nya pertanyaan-pertanyaan ini, sampai ada lebih dari satu iklan yang menggunakan pertanyaan segala jaman itu. Iklan apa itu? Seingat saya, ada iklan rokok “Mei…Maybe..” dan iklan KB.

Adrian Darmono

Indonesia memang istimewa. Orang-orangnya merasa bebas lepas untuk menanyakan hal-hal ‘nyebelin’ semacam itu tanpa merasa bersalah. Makanya saya setuju banget dengan apa yang ditulis @vipertongue di tweet-nya. Actually namanya Adrian Darmono. Sebut nama, biar kelihatan lebih manusiawi. Kalo viper tongue kan kesannya makhluk sejenis Voldemort yang separoh uler gitu. Out of topic. Lanjuuut.

Walaupun sampai hari ini, tweet itu cuma di-retweet oleh 38 orang (termasuk saya)… Menurut saya, apa yang dia bilang itu patut diingat-ingat sepanjang jaman. Kalo menurut kamu, pertanyaan-pertanyaan itu adalah pertanyaan reseh, nggak berprikemanusiaan, dan melanggar privasi. Please, rememberDon’t ask the same question, after you pass that question. Kalo udah lulus, ya nggak usah nanya-nanya sok tengil ke adik angkatan

Skripsinya udah sampai bab brapa?

*bersambung*

About aureliaclaresta

Female. Ex consumer researcher & lecturer’s assistant. Learning business by running small business. Sometimes become a nocturnal. Love JokPin's poems, dress, Dee’s & Ayu Utami’s books, photography, make up, and learning new things. Lived in Tg Pinang, Kutoarjo, Serpong, BSD, & Jakarta. Now stay in Jogja with mom, 2 brothers, and some employees. See her tweets @aureliaclaresta

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s