Tentang Keadilan

Standar

Saya dipinjami Herman sebuah buku yang diperolehnya dari acara pelepasan wisuda fakultasnya. Buku itu berjudul Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Penulisnya adalah seorang bule yang juga sekaligus seorang biksu bernama Ajahn Brahm. Salah satu ceritanya ingin saya bagikan untuk Anda.

Mungkin Memang Adil

Sering kali saat kita mengalami depresi, kita berpikir, “Ini tidak adil! Mengapa aku?” Akan sedikit melegakan jika hidup ini lebih adil.

Seorang narapidana paruh-baya di kelas meditasi yang saya ajarkan di penjara meminta bertemu dengan saya setelah sesi selesai. Dia telah mengkuti sesi-sesi saya selama beberapa bulan dan saya telah cukup mengenalnya.

“Brahm,” katanya, “saya ingin memberi tahu Anda bahwa saya tidak melakukan kejahatan yang membuat saya terkunci di penjara ini. Saya tidak bersalah. Saya tahu beberapa penjahat mungkin akan mengatakan hal yang sama dan berbohong, tetapi saya mengatakan yang sebenarnya kepada Anda. Saya tidak akan berbohong kepada Anda, Brahm, tidak kepada Anda.”

Saya percaya kepadanya. Keadaan dan sikapnya membuat saya yakin bahwa dia tidak berbohong. Saya mulai berpikir betapa tak adilnya ini, dan bertanya-tanya bagaimana saya bisa memperbaiki ketidakadilan yang mengerikan ini. Namun dia menyela pikiran saya.

Dengan tersenyum nakal, dia berkata, “Tetapi Brahm, ada banyak kejahatan lain yang saya perbuat, tetapi saya tak tertangkap. Jadi saya kira apa yang terjadi sekarang ini memang adil.”

Saya tertawa terbahak-bahak. Rupanya si tua bangka ini memenuhi hukum karma, bahkan lebih baik daripada beberapa biksu yang saya kenal.

Berapa seringkah saya melakukan “kejahatan”, yang begitu melukai, tindakan yang penuh kedengkian, tetapi kita tidak dibuat menderita olehnya? Apakah kita pernah berkata, “Ini tidak adil! Mengapa aku tidak ditangkap?”

Ketika kita dibuat menderita oleh suatu alasan yang tak jelas, belum-belum kita sudah mengerang, “Ini tidak adil! Mengapa aku?” Barangkali itu sebenarnya adil. Seperti napi yang saya ceritakan, barangkali ada banyak “kejahatan” lain yang kita perbuat tetapi kita tak tertangkap, inilah yang menjadikan hidup ini sebenarnya adil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s