Jogja Juga Oke

Standar

Ternyata banyak juga yang mbaca tulisan saya tentang Bali. Tulisan ini akan jadi pelengkap tulisan itu….

Sebagai orang yang sudah menetap di Jogja sejak Juli 2005, saya ingin menuliskan hal-hal baik juga tentang Jogja, jika dibandingkan dengan Bali. Iya dong…. Selain punya kekurangan, Jogja juga punya kelebihan dong🙂 Hehehe…

”]Mirota Batik Jl. A. Yani No.9 [depan pasar Beringharjo][satu] Jogja punya toko oleh-oleh yang oke banget. Namanya Mirota Batik. Sangat disarankan untuk mengunjungi Mirota Batik untuk membeli oleh-oleh, daripada beli di jalan Malioboro [bisa diperas kalau nggak tahu harga]. Sangat baik, jika bisa mampir ke kedua Mirota Batik, baik yang di jl. Kaliurang km.13-an maupun yang di seberang pasar Beringharjo. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Yang di jalan Kaliurang sangat artistik dan tenang, lebih murah sedikit harganya, plus pramuniaganya cowok smua en well-build-body semua… Hehehehe. Sedangkan yang di depan pasar Beringharjo barangnya agak lebih banyak, lebih mudah dijangkau karena dekat dengan pusat kunjungan wisata [Malioboro, Benteng Vredeburg, Keraton, dan Taman Sari]. Referensi tentang tempat ini juga ada di sini dan situ.

[dua] Pramuniaga di Jogja ramah-ramah, euy!

[tiga] Jogja punya Becak [remember: becak, bukan becyek ya]. Tukang becaknya pun bisa nego harga pake bahasa Inggris. Mantap!!!

Buku Waton Urip karya Agus Leonardus yang dipersembahkan untuk para tukang becak

Buku Waton Urip karya Agus Leonardus yang dipersembahkan untuk para tukang becak

[empat] Jogja punya keraton. Dan juga punya Sultan: Hamengku Buwono X. Keratonnya masih hidup…. Bukan sekedar bangunan. Karenanya, Jogja masih punya abdi dalem. Abdi dalem adalah orang yang mengabdi kepada Sultan dan Keraton. Kalau lagi upacara, abdi dalemnya akan kelihatan dalam iring-iringan semacam pawai atau karnaval.

bagian dalam Keraton. Ludovic, tamu dari Perancis (teman auntie) tertarik dengan warna emas di kayu-kayu itu

bagian dalam Keraton. Ludovic, tamu dari Perancis (teman auntie) tertarik dengan warna emas di kayu-kayu itu

[lima] Mural dan grafiti eksis di Jogja. Walaupun kadang ada yang cenderung mengotori daripada memperindah kota, tapi di beberapa tempat, seni ini cukup apik serta mempermanis dinding-dinding kota. Mural dan grafiti ini bisa ditemukan di stadion Kridosono, SMP 5 Yogyakarta, dinding timur UNY, perempatan Galeria Mall, perempatan Lempuyangan, perempatan Senopati, jalan Mataram, dll.

Mural Jogja versi Iklan Kedaulatan Rakyat

Mural Jogja versi Iklan Kedaulatan Rakyat

segitu dulu aja postingannya kali ini…. Sampai jumpaaa…..

Gambar dicolong dari tempat ini, ini, ini, dan ini.

14 responses »

  1. walah, Mbak….
    Suatu hari kamu harus nulis buat lonely planet.
    tulisanmu bagus dan bikin orang yang tidak pernah ngeliat Yogya jadi ngiler… dan ngeces,
    pengen ke sana!

    Soal Keraton,
    sebenarnya Yogya itu negeri paling ambigu.
    ngakunya Republik, tapi coba disuruh milih,
    banyak orang Yogya yang lebih setia ke Sultannya dari pada ke Mr. SBY.

    Soal warna emas di kayu?
    itu emas beneran, mbak.
    makanay bangunan itu diberi nama
    Bangsal Kencono.

    Gw tau banyak karena dulu
    selalu nongkrong di situ,
    jadi tukang sapu.

  2. mirota batik itu gemana juga harganya masih kalah murahnya ma klo kita beli di beringharjo dan perko (emper toko) malioboro.
    tips: klo nawar itu 75% dari harga tawaran…misal di kasih bandrol harga 1000…ya kita tawar 250…ntar jatuh2nya paling 400…getooo
    terus klo pedagangnya tetep kekeuh…ya pura2 kita tinggal…getooo

  3. @ putri
    menawar itu pekerjaan yang melelahkan. sebisa mungkin kita tinggalkan ketika lagi liburan.. hahaha
    lagian mirota nggak mahal2 amat kok. gelang2 dari limbah batang kelapa ada yang Rp1500an. Buat wisatawan, cincai lah. Udah cukup tuh🙂
    hahaha

  4. pertama kali gw menginjakan kaki di kota ini sekitar tahun 1996,, alias pas masih sd,, naluri anak kecil gw mengatakan,, i will love this city,, demikian seterusnya ga tau knapa setiap ke solo/ jogja tu seneng banget,, entah seneng karena kota nya atau karena ketemu sodara banyak,, secara kalo ke sini dulu pasti setiap tahun pas mudik ,, enath takdir ato apa,,.,., tanpa disengaja gw akhirnya kuliah juga di kota ini,,,, saking senengnya ama kota ini,, awal2 tinggal alias pas ospek,, jadi sangat menyenangkan banget,, bisa bangun jam enam,,, sumpah bangun jam enam pada hari kerja itu sangat gak mungkin kalo di jakarta,, hueehehehehe,,, dulu pas sma jam 6 kurang seperempat gw udah jalan,,,, makanya gw seneng banget di jogja,, sekarang pas libur ade gw yg kuliah di jakarta gw kata2 in terus,,gini ceritanya,, ngapain loe (jam 8) kata ade gw: mau kuliah ; emang kuliah jam berapa? ; jam 10,, wakkakakakak,, kuliah jam 10 jam 8 udah mau siap2 berangkat,, hahahahhh,, makanya bersyukurr banget deh kuliah di jogja,, mana dia kalo selese kuliah jam 6 sore nyampe rumah jam setengah 9 lagi,,, hahahahahhh,,,, tua di jalan,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s