Obat Merah

Standar

Saya membacanya pada sebuah cerpen karangan Dee yang berjudul Sikat Gigi. Sudah lama saya tidak mendengar orang-orang di sekeliling saya mengucapkan kata itu. Sehingga kali ini, ketika saya membaca tulisan itu, Obat Merah menjadi suatu kata yang terdengar agak asing, namun juga membuat rindu.

Saya tak pernah lupa, bahwa Obat Merah adalah penyembuh luka-luka luar saya ketika saya adalah seorang bocah. Bocah yang nggak bisa diam dan suka lari sana lari sini, sehingga tak luput dari lecet-lecet karena jatuh atau tergores benda tajam/keras.

Ketika saya membaca kata itu, Obat Merah. Saya kemudia tersadar, sudah lama saya tidak pernah menemui barang itu. Dulu, waktu kecil, saya lebih mengenal Obat Merah daripada Betadine. Obat Merah saya kenal waktu saya ada di Tanjung Pinang, kota kelahiran saya, nun di pesisir sana, dekat Batam. Saya tidak ingat pasti, sejak kapan ibu saya mengganti obat pengering luka itu dengan si kuning-cokelat bernama Betadine.

Obat Merah… Kalau saya diberi waktu 1 hari untuk mencari Obat Merah, di kota Jogja ini, apa saya bisa mendapatkannya, ya? Harganya pasti murahm tidak mungkin mencapai Rp20.000 sekalipun. Tapi, di mana saya bisa menemukan Obat Merah di kota persinggahan ini? Di swalayan sekelas Indomaret, pasti tidak ada. Apotik? Masa ada sih?

Seperti tiba-tiba kangen dengan teman lama, saya pun kangen dengan Obat Merah. Perasaan itu muncul, perasaan sentimental yang bisa membuat saya dikatai gila oleh orang yang rasional seperti Tio, tokoh dalam cerpen Dee yang berjudul Sikat Gigi.

About aureliaclaresta

Female. Ex consumer researcher & lecturer’s assistant. Learning business by running small business. Sometimes become a nocturnal. Love JokPin's poems, dress, Dee’s & Ayu Utami’s books, photography, make up, and learning new things. Lived in Tg Pinang, Kutoarjo, Serpong, BSD, & Jakarta. Now stay in Jogja with mom, 2 brothers, and some employees. See her tweets @aureliaclaresta

8 responses »

  1. judul bukunya FILOSOFI KOPI🙂 buku itu memuat beberapa cerpen yg saya suka:
    – Sikat Gigi
    – Rico de Coro
    – Filosofi Kopi
    [masih ada 1 atau 2 lagi, tapi saya lupa judulnya]

    Mau pinjam? Ke rumah aja, Dhei

  2. aku ga yakin akan keampuhan obat merah,,
    soale ternyata akhirnya tergantikan olehbetadine yang notabene harganya lebih mahal..
    lagian kan obat merah tu kalo kena luka perih,,iya ga?

    btw,kalo yodium tu apa?

  3. Bukannya obat merah tu sudah dilarang penggunaannya ya?
    Kalau tidak salah karena mengandung rhodamin-B, yang merupakan zat pewarna yang biasa digunakan dalam industri tekstil.

  4. nambah saja…

    Obat merah yg nama Teknisnya adalah MERCUROCHROME, mengandung bahan aktif bernama Metbromin a.k.a dibromohydroxymercurifluorescein (C20H8Br2HgNa2O6) yang dilarutkan dalam air suling atau etil alkohol

    obat merah kini dilarang hampir diseluruh dunia karena kandungan merkurinya yg berbahaya…

    saat ini posisi obat merah digantikan oleh Povidon iodida (contoh: Betadin) yg lebih efektif dan aman…

    PS: warna merah bukan dari zat pewarna, tapi dari senyawa kimia merkuri dan brom

    ***tanpa pernah kita sadari, bahwa dimasa kecil kita telah ter-ekspos oleh zat kimia berbahaya (merkuri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s