AureliaClaresta’s Weblog

Entries tagged as ‘puisi’

Malaikat untuk Hati

November 3, 2009 · 3 Tanggapan

Ia merindukan datangnya malaikat….. di hidupnya
Malaikat yang bisa membuat ia tersenyum dan tertawa
Malaikat yang selalu mencerahkan hatinya
Malaikat yang paling tahu betapa berharganya ia
Dan malaikat yang mau terus bersamanya
Agar ia bahagia
Tidak seperti saat ini

Malaikat itu orang sebut dengan cinta
Maka dengan niat yang teguh, ia hendak mencari cinta
Cinta itu akan ia persembahkan sebagai obat bagi hatinya yang sudah lama menjadi pesakitan

Maka ia mencari cinta dan terus berdoa untuk mendapatkannya
Satu… lima… tujuh puluh… tiga ratus… enam ribu…. Dua puluh ribu….
Ah…. sudah… cukup…
Aku tak sanggup menghitung banyaknya orang yang sama seperti ia
Orang yang sedang mencari cinta
Untuk hati mereka yang telah lama menjadi pesakitan

Timbulrejo, 9 November 2008; 00:40 WIB

Kategori: puisi
Ditandai: , , , ,

Rumahku

April 8, 2009 · 10 Tanggapan

Selamat datang bintang-bintang…
Selamat datang di dalam rumahku
Rumah yang kubangun dengan cinta dan banyak impian
Rumah yang baru saja kehilangan salah satu penghuninya
Karena katanya cinta sudah tak ada lagi di sana
.::Aurelia Claresta::.

Jogja, 27 Maret 2009

Kategori: Uncategorized
Ditandai: , , , ,

Biji Sesawi

November 24, 2008 · 5 Tanggapan

Aku sedang mandi di air terjun

Sewaktu kuingat

Ada sebuah sabda

Apabila kau punya iman sebiji sesawi saja

Maka gunung pun tak mustahil kau pindahkan

Aku menatap air yang jatuh menderu-deru

Hei, aku ingin air itu berhenti dan tertahan di udara

Hmm, mungkin aku harus mencobanya

Aku percaya sepenuh hati

Air itu akan berhenti

Air itu akan berhenti

Sepenuh hati

Aku bisa melakukannya

Niatku kubuat sepenuh hati

Air itu kok tidak berhenti, ya

Aku kan sudah mencoba sepenuh hati

Ya ampun…

Sungguh Tuhan Maha Besar

Niat sepenuh hatiku pun masih lebih kecil dari biji sesawi milikNya

Sungguh besar Ia

Aku terkagum-kagum jadinya

Aurelia Claresta

Jogja, 20 Oktober 2006; 02:14

Kategori: puisi
Ditandai: ,

Menetes

November 24, 2008 · 1 Tanggapan

Apa yang bisa dikatakan bayi atas ibunya yang tak kembali lagi?

Apa yang bisa dikatakan pohon karet atas lukanya yang bergerigi?

Apa yang bisa dikatakan dedalu atas malam yang pergi?

Tidak ada….

Kesedihan hanya bisa menetes

Dan jatuh ke tanah

.::Aurelia Claresta::.

Timbulrejo, 23 Jan 2008

Kategori: puisi
Ditandai: , , ,

PUISI BISU

Februari 15, 2008 · 2 Tanggapan

resize-of-resize-of-resize-of-asap-crop.jpg

Puisi tak bisa berkata banyak

Ia hanya ibarat mendung yang menandakan datangnya hujan

Seperti asap yang menyembunyikan sang api

Yogyakarta, 13 Nopember 2007; 22:45

Kategori: puisi
Ditandai: