AureliaClaresta’s Weblog

Entries tagged as ‘pemerintah’

Gaji PNS Naik???

Agustus 7, 2009 · 11 Tanggapan

Saya baru baca berita tentang kenaikan gaji PNS dan TNI/Polri dalam RAPBN 2010. Dengan sejujur-jujurnya saya mengaku senang. Mengapa senang? Toh saya belum bekerja, bukan PNS, apalagi TNI/Polri. Ibu saya juga bukan pegawai pemerintah. Nggak ada hubungannya blas terhadap keuangan pribadi saya. Hahaha.

Mengapa saya senang? Karena dengan adanya kenaikan gaji ini, semoga kinerja para pegawai pemerintah ini menjadi lebih baik. Sebenarnya begini, gaji naik 5% nggak akan sekonyong-konyong meningkatkan kualitas kerja. Tapi, kalau gaji pegawai pemerintah semakin baik, maka akan berdampak pada seberapa baik pemerintah akan mendapatkan pegawai baru dari lulusan-lulusan terbaik negri ini. Lulusan terbaik di universitas saat ini tentunya nggak berharap bisa menjadi PNS kan. Mereka akan berusaha mendapat pekerjaan yang menawarkan gaji setidaknya di atas 2,5-3juta. Ehm, ya sebaiknya sih mendapatkan pekerjaan di perusahaan minyak yang gajinya bisa mencapat 7 jutaan. Angka barusan merupakan angka bagi lulusan S1 saya dan teman-teman di Ekonomi. Bagi mereka yang dari teknik, tentunya bisa mendapatkan belasan juta sebagai gaji pertama di perusahaan minyak.

Jika orang sudah mendapatkan gaji yang cukup untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sebagai masyarakat urban, saya rasa hanya mereka yang serakah yang kemudian masih mau korupsi. Tapi kalau gaji pokok seorang bapak 2 anak misalnya masih berada di angka 1.5 juta, ya wajar lah masih nyari sampingan, ya nilep-nilep dikit lah… bisa dibilang korupsi kecil-kecilan. Oleh sebab itu, gaji tinggi merupakan salah satu hal yang dapat memperbaiki kinerja pemerintah kita. Secara bertahap, HRD di departemen-departemen pemerintah harus memperbaiki sistem remunerasi dan kemudian memilih pegawai-pegawai baru yang bisa bekerja lebih efisian.

Singapura sudah lama terkenal sebagai negara yang membayar pegawai negri dengan gaji setara dengan swasta. Hal ini membuat pemerintah mereka menjadi efisien dan terbilang cukup bersih dari korupsi. Dari sini saya tahu bahwa gaji pegawai negri di Singapura per November 2007 adalah 2.330 dolar Singapura atau kalau dikurs-kan sekitar 16 juta Rupiah per bulannya. Bonus akhir tahunnya sebesar 2.5 kali gaji sebulan. Mantap ya….

Kalau begitu, semua juga pengen kerja di pemerintahan. Pasti rasa nasionalis-nya meningkat pesat. Semua [makin] pengen kerja di pemerintahan. Hohoho

sumber gambar

Kategori: tulisan ringan
Ditandai: , , , , ,

Belajar dari Bali

Januari 30, 2009 · 16 Tanggapan

Pulang dari Pulau Bali, bawa oleh-oleh apa? Maaf ya, nggak ada buah tangan untuk dibagikan. Maklum, yang ke Bali ini budgetnya mepet, itu pun hasil belas kasihan orang (dikasih). Hu hu hu…. Masih mahasiswa, jadinya, masih bokek.

Makanya, tak nulis aja. Biar jadi pengganti oleh-oleh buat kerabat, teman, dan handai taulan. Oops, salah… maksudnya oleh-oleh buat pembaca setia blog ini. Hahahaha…

Pantai Dreamland

Pantai Dreamland sebelum dibangun gedung-gedung dan toko-toko

Lima hari di Bali adalah masa yang sangat menyenangkan. Saya tekankan, SANGAT menyenangkan. Really… Bahkan untuk orang yang tinggal di kota wisata juga, seperti saya. Saya memberikan acungan jempol untuk pemerintah di sana. Toleransi di sana benar-benar besar. Budaya dilestarikan, salah satunya dengan menyeragamkan bentuk pagar menjadi bentuk candi bentar. Para pemandu wisata juga diharuskan menggunakan baju adat.

Bali adalah kota budaya yang hidup, bisa dilihat dari kepercayaan mereka akan persembahan sesaji, pemotongan gigi, upacara ngaben, dll. Hidup mereka sangat berdekatan dengan alam. Tak heran, lanskap di sana tertata apik.

Senang sekali rasanya melihat perempuan-perempuan Bali mengenakan kebaya yang ngepas di badan sambil membawa banten di atas kepalanya. Di tempat lain, mudah ditemukan perempuan yang meletakkan sesaji serta dupa dan memercikkan air pada sesaji tersebut.Hal itu ditambah dengan pemandangan kontras, turis asing (yang sering kita sebut bule) yang bermain air laut dan meluncur di atas ombak. Melihat hal-hal itu, membuat saya merasa, Bali memang tempat yang indah, dan sungguh pulau dewata.

Aurelia di Tanah Lot, Bali

Aurelia di Tanah Lot, Bali

Kasarannya, setelah melihat Bali, saya akan bilang Jogja nggak ada apa-apanya. Sungguh. Mulai dari budaya, bangunan, pantai, butik, furniture, barang kesenian. Jogja masih nol kecil… Ayo nih, siapa sih pemimpin Jogja? Kembangkan Kasongan. Kembangkan Malioboro. Berdayakan pengerajin. Adakan sentra keranjinan yang lebih menarik untuk didatangi (melebihi Pasar Seni Gabusan). Adakan tari-tarian di keraton. Adakan lomba-lomba tari tradisional yang lebih besar-besaran. Adakan lomba ndalang, dsb. Jangan sampai kesenian yang menarik, tidak terekspose. Sia-sia…. Oh iya, satu hal dari Jogja yang lebih baik daripada Bali, yaitu keramahan pramuniaganya. Di Bali, sudah beberapa kali saya diberi jawaban ketus dari para penjual. Ada juga pengalaman di-nyolotin sama bencong. Sial….

Kembali ke Bali. Salah satu hal yang disayangkan dari Bali adalah, Pantai Kuta (pantai yang paling dekat dengan pusat keramaian dan hiburan) yang banyak sekali sampahnya. Semoga pantai Dreamland yang pasirnya putih dan indah itu, tidak bernasib sama dengan Kuta (dalam hal sampah). Sungguh budaya membuang sampah yang buruk.

Pita (teman yang selama 2 malam terakhir jadi rekan setempat tidur) mengajak untuk kumpul di Bali, 1 tahun lagi, dengan membawa sangu alias bekal yang lebih banyak, supaya lebih bisa banyak belanja dan bersenang-senang di sana. Okay… Nabung dehhh…. :) Itung-itung membantu bergeraknya perekonomian (ya dengan konsumsi.. hahaha).

Kategori: new experience · opini · tulisan ringan
Ditandai: , , , , , , , , , ,