Jogja Juga Oke
Februari 4, 2009 14 Komentar
Ternyata banyak juga yang mbaca tulisan saya tentang Bali. Tulisan ini akan jadi pelengkap tulisan itu….
Sebagai orang yang sudah menetap di Jogja sejak Juli 2005, saya ingin menuliskan hal-hal baik juga tentang Jogja, jika dibandingkan dengan Bali. Iya dong…. Selain punya kekurangan, Jogja juga punya kelebihan dong
Hehehe…
![Mirota Batik Jl. A. Yani No.9 [depan pasar Beringharjo]](http://img144.imageshack.us/img144/8809/mirotaentrancexc0.jpg)
Mirota Batik Jl. A. Yani No.9 [depan pasar Beringharjo
[dua] Pramuniaga di Jogja ramah-ramah, euy!
[tiga] Jogja punya Becak [remember: becak, bukan becyek ya]. Tukang becaknya pun bisa nego harga pake bahasa Inggris. Mantap!!!

Buku Waton Urip karya Agus Leonardus yang dipersembahkan untuk para tukang becak
[empat] Jogja punya keraton. Dan juga punya Sultan: Hamengku Buwono X. Keratonnya masih hidup…. Bukan sekedar bangunan. Karenanya, Jogja masih punya abdi dalem. Abdi dalem adalah orang yang mengabdi kepada Sultan dan Keraton. Kalau lagi upacara, abdi dalemnya akan kelihatan dalam iring-iringan semacam pawai atau karnaval.

bagian dalam Keraton. Ludovic, tamu dari Perancis (teman auntie) tertarik dengan warna emas di kayu-kayu itu
[lima] Mural dan grafiti eksis di Jogja. Walaupun kadang ada yang cenderung mengotori daripada memperindah kota, tapi di beberapa tempat, seni ini cukup apik serta mempermanis dinding-dinding kota. Mural dan grafiti ini bisa ditemukan di stadion Kridosono, SMP 5 Yogyakarta, dinding timur UNY, perempatan Galeria Mall, perempatan Lempuyangan, perempatan Senopati, jalan Mataram, dll.

Mural Jogja versi Iklan Kedaulatan Rakyat
segitu dulu aja postingannya kali ini…. Sampai jumpaaa…..
Gambar dicolong dari tempat ini, ini, ini, dan ini.



