Makan @ Jogja [12]: Gama Candi Resto

16. Gama Candi Resto [Jl. Mangkubumi, seberang stasiun Tugu]

Tanggal 12 Desember 2009, saya kedatangan tamu yang ‘hobi’ nraktir mahasiswa ra mutu [baca: ra lulus2] seperti saya. Niat awalnya mau ke pantai Depok, untuk makan ikan. Namun teriknya matahari, absennya rombongan awan menuju arah selatan, dan suhu yang diperkirakan sekitar 33 derajad celcius, membatalkan niat tersebut. Pendek cerita, kami akhirnya makan di Gama Candi Resto.

Bandeng Kropok nan lezat. ditambah sambel jeruk, mantap.

Ini kunjungan saya yang pertama ke Gama Candi, dan kedua untuk si teman yang baik hati dan rajin menabung itu. Dari kunjungan yang baru sekali ini, saya sudah bisa bilang bahwa Gama Candi Resto adalah salah satu aset kota Jogja. Recommended!!! Teman saya memesan dan saya manut. Menu yang dipilih adalah:

  • Bandeng Tambak Kropok [recommended] – Rp35.000
  • Kerang Dara Goreng
  • Ca Brokoli [recommended]

Nah, karena saya tidak membayar bill-nya, maka saya hanya bisa mengambil data harga dari sumber sekunder. Saya perkirakan, untuk makan satu orang di tempat ini siapkanlah minimal Rp50.000 per orang. Oh ya, Bandeng Tambak Kropok-nya itu jempol banget. Enakk!!! Nggak bo’ong. Rasanya mantap, tanpa duri pula… Sip. Brokolinya dimasak dengan baik, sehingga warnanya masih hijau bagus, namun matang. Chef-nya kukasi dua jempol deh. Kerangnya, ehm… cenderung biasa saja.

Waah, jadi pengen nyoba menu lainnya, kalo ada yg mau nraktir (berharap ditraktir ibu). Tempat ini, kapasitasnya lumayan besar (perkiraan sekitar 100-150 orang). Ada tempat yang outdoor, ada yang indoor. Desain tempatnya bagus. Menyenangkan!

Bawa tamu ke sini, pasti tidak mengecewakan. Datang bersama keluarga adalah yang paling tepat.

Sebagai info saja, tadi yang masuk ke situ adalah orang-orang bermobil yang well-dressed. Hanya saya dan teman saya yang masuk kaya anak kesasar. Pakai sendal jepit dan kaos oblong. Hahaha. Yang disayangkan cuma satu, tadi AC menunjukkan angka 16 derajad celcius, tapi saya merasa suhu di dalam ruangan itu sekitar 29 derajad celcius. Jogja is sooo hottt!!! Hahahaha

Gama Candi, rocks!!!!

nokia1650 vs nokia2626

Tadi siang, sekitar jam 14.00, saya pergi membeli HP (handphone) di suatu tempat rahasia (taelah..pake rahasia2 segala)…. Lalu, saya langsung parkir & masuk ke ruangan display tersebut…

Niat saya sudah bulat. Saya akan membeli HP Nokia 2626 warna PINK…. Itu lho, hape-nya yg ada avatarnya & pake lagu let’s dance togather (inget ga iklannya di tipi2?) Maka….. saya masuk dan langsung bertanya, “Mas, HP N2626 brapa ya?”

Masnya menyebutkan harga “5xx. tapi ga ada stock-nya”…. (Apes….). Lalu masnya mengajukan saran. “Ini aja mbak N1650…. persis…. cuma lebih tipis & ada senternya. Harganya sama. 5xx”

Saya pun berpikir. Berhubung HP ini memang harus saya beli dengan segera, maka mikirnya ga bisa lama-lama. Ga bisa mikir sambil pulang & cek di internet dulu….. Saya liat gambarnya, modelnya lebih jelek dari 2626. Hm, tapi kalo sama persis, lagipula ada tambahan senternya, oke lah. Maka deal, saya ambil HP itu….

Saya sempet liat-liat HP lainnya, yaitu 2630 yang dulunya saya taksir namun urung saya beli karena ada kameranya (saya nggak butuh kamera di HP, mubazir)… Eh, tipis sih tipis… (dulu sih ngeliatnya sambil tercengang)… cuma model yang tadi didisplay udah agak lama kayanya, jadi banyak lecetnya. Jadi kurang oke… Langsung ilfil :)

Hp diambilkan, sekali lagi waktu saya mau yg warnanya putih merah, eh nggak ada, adanya cuma yang item… Apes…. Kemudian saya bayar…. Saya buka di tempat itu HP…. Memang bener. Masih bagusan 2626. Tapi kata masnya, Nokia 1650 ini keluaran baru. Yang diiklanin sama Andra & The Blackbone. Oke, saya lumayan senang. Setidaknya nggak jadi punya HP yang kembaran sama mama.

nokia 1650

Apa yang terjadi? Ternyata, 1650 walaupun harganya sama persis dengan 2626, bagusan 2626 banget….. Huh… bete…. Liat aja di link di atas. Sebal.. sebal…. Tapi ya nggak papa deh. Wong HPnya ya gratis dari mama. Nokia 1110i yang kupakai mau dipakai mama untuk telpon-telponan pake XL (dengan teman gosipnya, huahaha, nggak dink, dengan tante Vero yg ada di tulisan PERUMPAMAAN TANGAN YANG HILANG) Jadinya aku disuruh beli yang baru, dan harus cepat….. Begini lah… Tidak teliti sebelum membeli :( Ga sempat cek di internet

Inilah bukti, mengapa kita membutuhkan expert dan teman sebagai reference group u/ pembelian. Ini dia fungsinya…. Maka saya menceritakan ini supaya yang mbaca bisa terhindar dari kesalahan yg sama dengan saya… Itulah mengapa reference group lebih dapat dipercaya daripada public relation. Jadi ingat kelas Perilaku Konsumen (Consumer Behavior)…… :(

Molakrim vs Counterpain

Nah, ingat waktu saya menulis ttg ‘tangan yang hilang’? Karena kaya keseleo, maka waktu itu saya mampir di sebuah apotik di Solo. Apotiknya cukup besar. Intinya, saya ingin membeli COUNTERPAIN–mengingat pengalaman saya diberi counterpain oleh Dika yang memang cukup oke buat ngurangi sakit.

Ketika mengatakan mau membeli counterpain, seorang salesgirl mendekati saya dan menawarkan MOLAKRIM. Dan ternyata upaya personal selling ini berhasil membuat saya mengubah produk yang akan saya beli. Apa yang dia katakan sehingga saya mau untuk membeli MOLAKRIM daripada COUNTERPAIN?

  1. Harga COUNTERPAIN 15g = Rp13.500 sedangkan MOLAKRIM 30g = Rp7.600
  2. Komposisi COUNTERPAIN dan MOLAKRIM sama (seperti gambar di bawah). Coba deh kalian buktikan sendiri.

Jadi, setelah berpikir beberapa detik. Saya pun mengubah produk yang akan saya beli. Selamat ya mbak! Hehehe. Selain itu ternyata saya mendapat bolpen MOLAKRIM (sales promotion). MOLAKRIM ini buatan MOLEX AYUS PHARMACEUTICAL Tangerang-Indonesia.

Pesan saya bagi marketing perusahaan pembuat CONTERPAIN, you have to notice this! Hohoho… You got one competitor that won me…. Be careful!

Iklan HOLCIM

Menurut saya, HOLCIM telah membuat iklan yang bagus! Iklan dengan lagu que sera sera yang dinyanyikan oleh anak kecil. Entahlah, apakah iklan ini sudah dibahas di majalah MIX atau belum, namun menurut saya, iklan ini memiliki 2 jenis keberhasilan.

Satu, HOLCIM telah membuat iklan yang sangat enak untuk dinikmati, yaitu dengan lagu yang lembut & ear-catching atau easy-listening (jika diksi saya kurang pas, mohon masukannya). Sangat menarik perhatian. Setahu saya, tidak pernah ada brand semen lain yang pernah membuat iklan seperti ini. Iklan semen biasanya macho. Tapi beda sekali dengan image dari iklan HOLCIM ini.

Kedua, HOLCIM berhasil melakukan investasi dalam bentuk brand awareness ke memori anak-anak kecil. Karena anak kecil sangat mudah mengingat lagu. Bisa jadi, HOLCIM berharap pada anak kecil karena mereka adalah calon konsumen di masa depan. Pengetahuan akan suatu merek yang yang sudah lama eksis bisa menjadi salah satu pendorong bagi seseorang untuk mempercayainya sebagai suatu produk yang expert di bidangnya.

Saya mencoba bertanya pada adik saya yang tukang nonton tv, “coba sebutkan, semen yang kamu tahu apa aja?” Dia menjawab, “HOLCIM, Tiga Roda, dan semen putih.”

Hahahaha…. Semen putih. Tin… tin…. Lugu banget (lugu=lucu & guoblok) :D . Austin adalah adik keduaku, kelahiran tahun 1997.

Saya mencoba lagi bertanya pada keponakan saya, namanya Nadia (kelahiran 2000). “Nadia tau nggak nama-nama semen?” Apa jawabannya? “Tidak tahu”.

Tapi ketika papanya tanya, HOLCIM itu apa? “Semen,” jawabnya. Jadi dia tahu sebenarnya, tapi masih belum menancap banget. Maklum lah, masih 7 tahun setengah.

Mungkin saya harus merevisi pendapat saya, bahwa anak-anak yang bakal langsung ‘ngeh’ merek-merek semen itu yang usianya sudah mencapai angka tertentu. Tapi angka itu saya tidak tahu. Kan, tiap anak perkembangannya beda-beda. Pengalaman dan pengetahuan akan ‘barang yang namanya semen’ juga berbeda-beda. Jadi tidak semua anak juga akan ‘ngeh’ kalau iklan HOLCIM itu adalah iklan semen. Bisa jadi malah mikirnya iklan rumah. Hehehehe.

Anda setuju, dengan pendapat saya? Monggo komentarnya…

holcim

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 497 pengikut lainnya.