AureliaClaresta’s Weblog

Entries categorized as ‘bisnis’

Ngintip Galeria Mall Jogja

Februari 18, 2009 · 9 Tanggapan

img_0112Hari minggu (8 Feb 2009) saya ‘main’ ke Galeria mall bersama mama dan Austin. Sambil jalan-jalan, saya melihat sebuah fenomena.

Ceileee… istilahnya fenomena segala

Lihat foto yang diambil Austin ini. Apa yang anda pikirkan? Melihat beberapa kali orang-orang di Galeria duduk ndlongsor di lantai, atau menggunakan bangku dengan cara seperti ini, membuat saya ‘tergelitik’.

Hei… bangku itu dibuat dan dipasang di sana buat orang yang kelelahan dan butuh duduk. Bukan untuk dipakai sebagai meja untuk laptop

Ya kan?! Benar kan?! Maksud saya… pihak Galeria bisa melihat hal ini sebagai teguran non-verbal. They need something to lay their laptop, sir….

Kategori: bisnis · tulisan ringan
Ditandai: , , , ,

Jogja Juga Oke

Februari 4, 2009 · 12 Tanggapan

Ternyata banyak juga yang mbaca tulisan saya tentang Bali. Tulisan ini akan jadi pelengkap tulisan itu….

Sebagai orang yang sudah menetap di Jogja sejak Juli 2005, saya ingin menuliskan hal-hal baik juga tentang Jogja, jika dibandingkan dengan Bali. Iya dong…. Selain punya kekurangan, Jogja juga punya kelebihan dong :) Hehehe…

“]Mirota Batik Jl. A. Yani No.9 [depan pasar Beringharjo]

Mirota Batik Jl. A. Yani No.9 [depan pasar Beringharjo

[satu] Jogja punya toko oleh-oleh yang oke banget. Namanya Mirota Batik. Sangat disarankan untuk mengunjungi Mirota Batik untuk membeli oleh-oleh, daripada beli di jalan Malioboro [bisa diperas kalau nggak tahu harga]. Sangat baik, jika bisa mampir ke kedua Mirota Batik, baik yang di jl. Kaliurang km.13-an maupun yang di seberang pasar Beringharjo. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Yang di jalan Kaliurang sangat artistik dan tenang, lebih murah sedikit harganya, plus pramuniaganya cowok smua en well-build-body semua… Hehehehe. Sedangkan yang di depan pasar Beringharjo barangnya agak lebih banyak, lebih mudah dijangkau karena dekat dengan pusat kunjungan wisata [Malioboro, Benteng Vredeburg, Keraton, dan Taman Sari]. Referensi tentang tempat ini juga ada di sini dan situ.

[dua] Pramuniaga di Jogja ramah-ramah, euy!

[tiga] Jogja punya Becak [remember: becak, bukan becyek ya]. Tukang becaknya pun bisa nego harga pake bahasa Inggris. Mantap!!!

Buku Waton Urip karya Agus Leonardus yang dipersembahkan untuk para tukang becak

Buku Waton Urip karya Agus Leonardus yang dipersembahkan untuk para tukang becak

[empat] Jogja punya keraton. Dan juga punya Sultan: Hamengku Buwono X. Keratonnya masih hidup…. Bukan sekedar bangunan. Karenanya, Jogja masih punya abdi dalem. Abdi dalem adalah orang yang mengabdi kepada Sultan dan Keraton. Kalau lagi upacara, abdi dalemnya akan kelihatan dalam iring-iringan semacam pawai atau karnaval.

bagian dalam Keraton. Ludovic, tamu dari Perancis (teman auntie) tertarik dengan warna emas di kayu-kayu itu

bagian dalam Keraton. Ludovic, tamu dari Perancis (teman auntie) tertarik dengan warna emas di kayu-kayu itu

[lima] Mural dan grafiti eksis di Jogja. Walaupun kadang ada yang cenderung mengotori daripada memperindah kota, tapi di beberapa tempat, seni ini cukup apik serta mempermanis dinding-dinding kota. Mural dan grafiti ini bisa ditemukan di stadion Kridosono, SMP 5 Yogyakarta, dinding timur UNY, perempatan Galeria Mall, perempatan Lempuyangan, perempatan Senopati, jalan Mataram, dll.

Mural Jogja versi Iklan Kedaulatan Rakyat

Mural Jogja versi Iklan Kedaulatan Rakyat

segitu dulu aja postingannya kali ini…. Sampai jumpaaa…..

Gambar dicolong dari tempat ini, ini, ini, dan ini.

Kategori: bisnis · opini · tulisan ringan
Ditandai: , , , , , ,

Ngobrolin Joger & Dagadu

Februari 3, 2009 · 4 Tanggapan

Sebagai sedikit informasi, saya adalah orang yang tertarik dengan dunia perkaosan [red: baca yang pelan, kalo kecepetan, bisa salah baca jadi 'aksi kriminal']. Nah, baru-baru ini, tepatnya tanggal 22 Januari 2009, saya ke Joger di Bali. Dan kemarin [2 Februari 2009] saya ke Dagadu.

It was my first time came to Bali. Itu juga pertama kalinya saya datang ke Joger dong! Ramenya…. minta ampun! [suara: ampun..... ampun....] Lepas dari keramaian di sana, saya mau komentarin tentang kaosnya Joger. Kaos Joger ukurannya besar! Untuk ukuran badan saya, saya harus beli yang untuk anak-anak, ukuran XL. Otomatis, tulisannya itu ga cocok donk! Tulisannya ya buat anak-anak! Huks… Mana tulisannya pada ‘ga waras’ semua. Ga ada yang cocok buat saya! Gambarnya juga cuma gitu-gitu aja. Tipikalnya Joger.

Sayang sekali…. Kaos Joger nggak menarik untuk saya. Komentar yang sama juga muncul dari beberapa orang teman saya, lho! Wah…. tapi memang Joger luar biasa. Walau kaosnya kaya gitu, yang masuk ke tokonya itu luar biasa banyak. Mungkin karena saya datang bersamaan dengan rombongan wisatawan lain. Jadinya, sangat padat. Sehingga kenyamanan berbelanja berkurang. Hanya saja, ketika melihat moment seperti itu, di mana kaos-kaosnya jadi tidak menarik lagi, saya mulai mengkhawatirkan sustainability-nya. Pak Joger harus segera bertindak! Kapasitas toko dan barang yang tersedia tidak dapat melayani demand yang ada. Ayo, Pak Joger! Berbenah!!!

Ngobrolin Joger sudah selesai, sekarang giliran Dagadu.

Saya datang ke Dagadu semalam untuk mencari sebuah kaos yang akan saya kirimkan ke Kazakhstan. Sayangnya, nggak terlalu mudah juga mencari kaos yang bisa saya berikan pada orang luar negri. Tipikal kaos Dagadu adalah plesetan. Agak ‘gimanaa’ gitu, kalau kasi kaos yang plesetan. Pengennya dapet kaos yang desainnya menarik, kelihatan khas Jogja, tapi pakai bahasa Inggris. Hahaha, makanya ga gampang.

Awalnya, sebelum pergi ke Dagadu, saya berharap menemui kaos versi kota-kota lain, seperti Batur Raden, Kasongan, dll yang berada di bawah label Hiruk Pikuk [sister brand Dagadu]. Sayang, sekarang Hiruk Pikuk yang dijual di Jogja, hanya yang tulisannya Jogja. Kata gardep [pramuniaga Dagadu disebut gardep, singakatan dari garda depan] yang tulisan kota lain ya tersedianya di kotanya masing-masing. Komentar saya atas koleksi Hiruk Pikuk, bad! Kurang menarik, dan koleksinya hanya sedikit. Harus banyak design baru ditambahkan.

Kunjungan saya yang terakhir ke Dagadu, agak mengecewakan. Nampaknya manajemen sedang sibuk dengan ekspansinya melalui Omus, Hiruk Pikuk, dll, sehingga pergiliran desainnya agak lambat. Key chain-nya juga belum banyak pilihan. Saya mencari key chain yang agak eksklusif, minimal dari akrilik, atau bahan logam. Sayang, nggak ada yang oke. Dagadu harus melihat kekurangan ini, untuk digarap.

Ayo…. Dagadu… Joger, aku mendukung kalian. Teruslah maju!!!

Oiya, sebagai penutup, sedikit saja, kita ngomongin kaos Jangkrik yang saya temui di kompleks GWK [Garuda Wisnu Kencana] dan Bandara Ngurah Rai. Koleksinya lumayan. Agak surprise juga dengan koleksinya yang menggunakan karikatur Beni dan Mice. Juga tersedia kaos oleh-oleh yang harganya Rp 200 – 300 ribu. Mungkin karena untuk mengganti ongkos beli ijin penggunaan karikatur secara eksklusif. Jangkrik cukup oke juga!!! Makin maju, ya!!!

Pinjam gambar dari sini, sini, dan sini

Kategori: bisnis · opini
Ditandai: , , , , , , , , , , , ,