Yang Aneh dari Kopiko 78°C

Standar

Mayora baru saja merilis diversivikasi dari merek Kopiko. Namanya Kopiko 78°C (seventy-eight-degrees). Saya dapat rekomendasi dari Mas Pacar bahwa rasanya enak. Ketika lagi jalan-jalan malam bersama crew MJ Toys di Malioboro, saya sempatkan untuk membelinya di Indomaret Malioboro.

Indomaret di pusat turis itu memang akan berbeda komposisi barang yang ditawarkan. Kebanyakan memang minuman. Dan… minuman di sana pasti lebih mahal daripada gerai serupa di daerah lain (misalnya perumahan). Bagian dari strategi bisnis.

Harga di Indomaret Malioboro Rp5.200. Harga di Carrefour Ambarrukmo Plaza Rp4.800, setelah saya cek beberapa hari kemudian.

Rasanya gimana? Oke, sih. Tapi ekspektasi saya udah terlanjur berlebihan. Karena saya adalah best-price-buyer (mau beli yang value-nya paling tinggi), maka saya ke depannya akan tetap memilih membeli Nescafe Caramelicious UHT kotak. Harganya berkisar di angka Rp3.500, rasanya nggak beda jauh. Hampir-hampir nggak ada bedanya menurut saya pribadi. Jadi, selisih harganya itu nggak memberikan nilai tambah, menurut saya.

Nah, kembali ke judul, saya mau komen soal iklan televisi/TVC (TV commercial) dari Kopiko 78°C. Iklannya bagus, merujuk pada pasar menengah, kebule-bulean (ini sangat penting untuk iklan di Indonesia). Cuma anehnya, karena penyebutannya dibuat dalam bahasa Inggris, walau kebule-bulean tapi tetep bule-Indonesia alias Inggris-Indonesia.

Biasanya orang bule kalo nyebut temperatur itu dalam Fahrenheit, bukan Celcius.

Agak wagu tapi sangat bisa dimaklumi. Kira-kira yang bikin iklan ngeh nggak ya sama hal ini sebelumnya? Bisa saja sudah kepikiran, tapi kalau disebut Kopiko tujuh-delapan-derajad mungkin terdengar lebih mirip produk rokok untuk level menengah ke bawah/orang tua. :P

About these ads

»

  1. Hei hei, tunggu dulu. Sekarang ini yang masih belum bisa ‘move on’ ke Celsius (yup, bukan Celcius) ‘cuma’ orang Amerika. Orang Eropa dan Australia sebagian besar sudah lebih modern, mereka sudah pakai sistem metrik.
    Mengapa orang Amerika masih betah pakai sistem Imperial? Salah satu faktornya adalah negara itu cukup besar untuk menopang kebudayaannya sendiri. Penggunanya cukup banyak untuk bertahan. Jadi omongin resep kue pakai ‘cup,’ omongin panjang pakai inch, foot, yard, mile; omongin berat pakai lb (pound), panenan aja dihitung pakai bushel (keranjang).
    Bagaimanapun, yang berlaku di lingkungan sains di manapun tetap saja sistem metrik (meter, gram, liter, dll.)

      • Eh, baru tahu kamu balesin komennya Re.
        Sayangnya nggak, hehe. Fahrenheit itu bukan unit metrik. Sebenarnya Celsius itu juga bukan unit yang dipakai untuk sains sih, yang formal itu Kelvin. Tapi, berhubung skalanya Kelvin sama dengan Celsius (0 derajat Celsius = 273 Kelvin; 100 derajat Celsius = 373 Kelvin), maka Celsius dapat dipakai dengan leluasa di sistem metrik.
        Kalau Fahrenheit, air murni beku di suhu 32 derajat dan mendidih di suhu 212 derajat, jadi rentangnya 180 derajat. Kalau di Celsius dan Kelvin kan sama-sama rentangnya 100 derajat.

      • Hahaha…
        Balas apa ya? Aku juga nggak tahu.
        Memang dari awal aku cuma pengen berbagi info aja sih Re :)
        Jadi, ndak usah dibales juga nggak apa-apa.

  2. Review Kopiko 78 yang menarik. Saya sebenarnya tidak suka kopi, baik Nescafe maupun produk kopi lainnya. Tapi entah kenapa saat menikmati Kopiko 78, membuat saya sedikit membendung ketidaksukaan itu. Memang pada akhirnya kembali kepada selera masing-masing sih, Mbak.

    Bulan lalu sempat ngobrol sama orang Mayora yang handle produk ini, katanya memang penyebutan tujuh delapan derajat ini disesuaikan dengan kebiasaan orang Indonesia yang masih menggunakan Celsius sebagai benchmark untuk suhu/temperatur. 78 derajat Celsius itu dipercaya sebagai suhu optimum untuk brewing coffee. Kalau terlalu rendah, jadi mentah. Kalau terlalu tinggi, malah jadi pahit. Untuk target pasarnya, Kopiko 78 memang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas, usia 18-35 tahun. Begitu sih katanya.

  3. Hmmmm…saya termasuk yg kecanduan dengan kopiko ini. Tadinya saya suka dengan Kapal Api Grande, tapi stl 78 muncul, rasanya smpe skr blm ada yg bisa menandingi. Apalagi sama caramel UHT yg anda sebutkan tadi, jauuuuh. Caramelicious rasa krimernya enceeer. Kalo soal celcius fahrenheit sudah ada yg jelasin tuhhh.
    Yg jelas kopiko 78 masih paling enakkk gurih di lidah saya..hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s