AureliaClaresta’s Weblog

Masukan dari Agustus 2009

Nunggu sempurna, gak bakal nulis-nulis

Agustus 17, 2009 · & Komentar

Yah, itu yg terlintas di otak gue waktu mau memutuskan, posting atau enggak….. [ilustrasi: metikin kelopak bunga sambil ngomong sendiri... posting... enggak.... posting... enggak]

Anyway, ketauan banget lah, kalo gue sebenernya nggak ngerti apa yang mau gue tulis. Inti cerita belom aja. Cuma, bosen aja blognya kosongan. Ga update-update. Hey………. liat ngga, udah dua kali gue nulis kata ulang yang lisan banget, nggak baku sama sekali, sehingga gue juga nggak ngerti, nulisnya harus dikasi strip (cth: nulis nulis atau nulis-nulis, update-update atau update update). Tapi daripada gue tunda lagi postingnya, gue putuskan untuk ngasih strip, karena memang kata ulang. Hahaha

Hei, tiba-tiba aja gue pengen nulis tentang dosen gue yang namanya Suwardjono dan kalau dia menyingkat namanya, it would be SWD. Dosen ini ngajar Akuntansi Pengantar 1 dan 2. (tentunya dia ada kelas lain seperti di Msi, kelas Doktoral, dll) Gue ambil dua kelas tersebut di smester 1 dan 2. Gue suka sama dosen kaya dia. Kenapa? Jangan pernah salah mikir kalo dia itu GANTENG… dan gue suka dia karena dia GANTENG. Hahaha. Tapi dia lebih keren dari sekedar ganteng. Dia JENIUS. Hahaha… Dia sangat kritis. Selain sangat mendalami Akuntansi, dia juga mendalami Bahasa Indonesia. Hahaha. Dosen Bahasa Indonesia gue dari Fakultas Ilmu Budaya juga ngacungi jempol buat dia. Hebat nggak tuh. Dosen Hukum Bisnis juga bilang begitu…. Waaaa, dia (SWD) terkenal hebat nggak hanya di fakultasnya.

Sejak gue masuk FEB UGM tahun 2005, dia udah sering mengritik banyak kata-kata dan penerjemahan yang salah (setidaknya menurut dia). Dan itu sudah berlangsung lama (kekritisannya). Nah, sekitar 1 atau 2 smester terakhir ini gue liat dia mulai merapikan artike-artikelnya dan dijadikan seri. Ada puluhan artikel, secara berkala, dia akan fotokopi artikel tersebut satu per satu, ditaruh di dalam box di depan kantornya dan siapapun boleh ambil gratis.

Terakhir kali gue terlibat percakapan dengannya beberapa minggu lalu. Waktu itu pintu kantornya tertutup dan lampu di ruangan tidak tampak menyala. Gue baru keluar dari ruangan kantor teman di seberang gang kantornya. Sambil nunggu temen itu keluar kantor (untuk makan siang) dan mengunci kantornya, gue ngeliat-liat papan artikel di depan kantornya. Gue baca-baca dan berhenti di satu judul artikelnya mengenai uang. Trus, gue mulai komentar soal artikel itu. Mengapa? Karena beberapa hari sebelumnya, gue ada di dalam pembicaraan mengenai bilyun dengan temen gue.

Bilyun? Apa itu bilyun? Tau nggak? [setting cerita berganti ke pembicaraan gue dengan temen gue ttg bilyun] Saat itu kita lagi mbicarain pemerintah atau politik dan keuangan (seputar itu lah). Temen itu mengucapkan kata bilyun. Gue mikir, bilyun? trilyun maksud loe? Ternyata maksudnya dia adalah seribu triliun, jadi dia nggak salah ngomong, emang mau ngomong bilyun. Samar-samar ingatan gue memang membenarkan, kalau gue juga pernah membaca mengenai bilyun. Entah di suatu novel beberapa tahun silam, atau yah, di koran kali ya.

[setting cerita kembali ke kondisi gue di depan kantor SWD] Entah karena apa, atau mungkin karena suara percakapan gue dan temen gue yang sedang keluar kantor, Pak SWD keluar dari kantornya. Gue jelas kaget. Dia langsung bertanya, tadi bicara apa (rupanya dia mendengarkan) kok ada milyar-milyar. Gue nanya, apakah bilyun adalah seribu trilyun? Singkat cerita, dia agak menyayangkan kalau anak akuntansi (dia kira, aku anak manajemen) tidak mengetahui berapa itu seribu triyun. menurut beliau, itu penting (kalau tidak bisa disebut sangat penting). Kemudian dia menyuruh kami menunggunya yang pergi ke fotokopi artikel tersebut untuk memberikan kopiannya kepada kami. Rasanya apa??? Rasanya dag dig dug dhueerrr… Bused dah. Dia ngomong dari tadi itu nggak pake senyum, oyy. Hahaha. Ampunnn…

Nah, saran beliau untuk indonesia itu menggunakan kata kuadriliun dan kuantiliun untuk angka 1.000 trilyun dan sejuta trilyun. Fiuhhhh……

Kategori: tulisan ringan

Gaji PNS Naik???

Agustus 7, 2009 · & Komentar

Saya baru baca berita tentang kenaikan gaji PNS dan TNI/Polri dalam RAPBN 2010. Dengan sejujur-jujurnya saya mengaku senang. Mengapa senang? Toh saya belum bekerja, bukan PNS, apalagi TNI/Polri. Ibu saya juga bukan pegawai pemerintah. Nggak ada hubungannya blas terhadap keuangan pribadi saya. Hahaha.

Mengapa saya senang? Karena dengan adanya kenaikan gaji ini, semoga kinerja para pegawai pemerintah ini menjadi lebih baik. Sebenarnya begini, gaji naik 5% nggak akan sekonyong-konyong meningkatkan kualitas kerja. Tapi, kalau gaji pegawai pemerintah semakin baik, maka akan berdampak pada seberapa baik pemerintah akan mendapatkan pegawai baru dari lulusan-lulusan terbaik negri ini. Lulusan terbaik di universitas saat ini tentunya nggak berharap bisa menjadi PNS kan. Mereka akan berusaha mendapat pekerjaan yang menawarkan gaji setidaknya di atas 2,5-3juta. Ehm, ya sebaiknya sih mendapatkan pekerjaan di perusahaan minyak yang gajinya bisa mencapat 7 jutaan. Angka barusan merupakan angka bagi lulusan S1 saya dan teman-teman di Ekonomi. Bagi mereka yang dari teknik, tentunya bisa mendapatkan belasan juta sebagai gaji pertama di perusahaan minyak.

Jika orang sudah mendapatkan gaji yang cukup untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sebagai masyarakat urban, saya rasa hanya mereka yang serakah yang kemudian masih mau korupsi. Tapi kalau gaji pokok seorang bapak 2 anak misalnya masih berada di angka 1.5 juta, ya wajar lah masih nyari sampingan, ya nilep-nilep dikit lah… bisa dibilang korupsi kecil-kecilan. Oleh sebab itu, gaji tinggi merupakan salah satu hal yang dapat memperbaiki kinerja pemerintah kita. Secara bertahap, HRD di departemen-departemen pemerintah harus memperbaiki sistem remunerasi dan kemudian memilih pegawai-pegawai baru yang bisa bekerja lebih efisian.

Singapura sudah lama terkenal sebagai negara yang membayar pegawai negri dengan gaji setara dengan swasta. Hal ini membuat pemerintah mereka menjadi efisien dan terbilang cukup bersih dari korupsi. Dari sini saya tahu bahwa gaji pegawai negri di Singapura per November 2007 adalah 2.330 dolar Singapura atau kalau dikurs-kan sekitar 16 juta Rupiah per bulannya. Bonus akhir tahunnya sebesar 2.5 kali gaji sebulan. Mantap ya….

Kalau begitu, semua juga pengen kerja di pemerintahan. Pasti rasa nasionalis-nya meningkat pesat. Semua [makin] pengen kerja di pemerintahan. Hohoho

sumber gambar

Kategori: tulisan ringan
Ditandai: , , , , ,

10 Peringkat Indonesia di Dunia

Agustus 6, 2009 · & Komentar

Beberapa hari ini saya agak jarang nonton tv. Rasanya nggak ketemu acara yang bagus untuk ditonton. Pengen ke Movie Box (rental VCD/DVD film) ehm, kayanya belom saatnya. Belom benar-benar butuh nonton. Ini adalah acara yang saya tonton tanggal 11 Juli 2009 jam sekitar jam 23.00 WIB: Metro 10 (nggak usah disebut lagi donk, channelnya apa….)

Peringkat:

10. INTERNET

Indonesia masuk lingkaran 15 besar dunia dalam kategori pengakses internet terbanyak. Di tingkat Asia, Indonesia masuk 5 besar. Urutan pertama adalah China (298 juta), disusul Amerika Serikat (228 juta), dan Jepang (94 juta).

9. EKONOMI

Lagi-lagi Indonesia masuk dalam 15 besar negara di dunia yang GDP-nya tertinggi. GDP adalah singkatan dari Gross Domestic Product. Pendapatan per kapita penduduknya diperkirakan $3,900. Namun mirisnya, sekitar 17,8% dari 238 juta penduduk berada di bawah garis kemiskinan.

8. BANDAR UDARA

Data kemendagri (kementrian dalam negri) menyebutkan bahwa Indonesia merupakan urutan ke-13 di dunia dalam jumlah bandar udara. Bandar udara di Indonesia dilaporkan ada 498 buah. Bandingkan dengan Jerman yang memiliki 625 bandara. Sebagai informasi, luas negara Jerman adalah 357.021 km persegi dan Indonesia luasnya 1.904.569 km persegi.

7. GAS ALAM & MINYAK BUMI

Indonesia (katanya) memiliki cadangan minyak sebanyak 9,7 juta barrel dan cadangan gas alam sebanyak 146,7 triliun kaki kubik. Oleh karena itu Indonesia menjadi negara nomor 16 penghasil gas terbesar di dunia. Konsumsi gas Indonesia sendiri hanya 35% dari produksinya. Sedangkan untuk BBM, konsumsi lebih besar daripada produksinya. Konsumsi yang besar ini terutama oleh penggunaan kendaraan bermotor.

6. MAHASISWA

Data direktorat jendral pendidikan tinggi (DIKTI), Indonesia memiliki 2.700an perguruan tinggi dengan 14.500 prodi dan 1,9 juta mahasiswa. Oleh sebab itu, Indonesia masuk dalam 9 besar negara dengan mahasiswa terbanyak. Amerika memiliki 14,3 juta mahasiswa, India 6 juta, dan Jepang 4 juta.

5. PENCEMARAN AIR

Setiap harinya, sebanyak 775 ton polutan mencemari air di Indonesia. Indonesia merupakan negara urutan nomor 6 dalam hal ini. Urutan pertama adalah China, kedua Amerika Serikat, dan ketiga India (semua negara ini memiliki industri besar-besaran). Hal ini juga merupakan faktor mengapa tidak satupun kota di Indonesia merupakan kota ternyaman Asia.

4. TENAGA KERJA

Tahun 2008, Indonesia tercatat memiliki 112 juta pekerja (apakah maksudnya buruh atau angkatan kerja???). 42% berada di sektor pertanian, 12.6% di industri, belasan % di sektor jasa. Tercatat juga 19 juta orang belum memiliki pekerjaan alias pengangguran.

3. JUMLAH PENDUDUK

Jumlah penduduk Indonesia sejak lama diketahui berada di posisi 4 dunia dan 3 Asia. Tertinggi adalah China (1,3 miliar) , dilanjutkan oleh India (1,14 miliar) dan Amerika (303 juta). Juni 2008 tercatat penduduk Indonesia berjumlah 237,5 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk di kisaran 1,2 atau 1,3%. Oleh karena itu, sangat penting bagi Indonesia untuk membenahi fasilitas publiknya. Diperkirakan penduduk Indonesia akan berjumlah 337 juta jiwa di tahun 2050. Laju pertumbuhan penduduk seperti ini diperkirakan akan menyebabkan daya dukung lingkungan tidak seimbang.

2. AIR TAWAR

Volume aliran air tawar Indonesia ada di peringkat 3, setelah Brazil (dengan Amazon-nya) dan Kanada. Mirisnya, aliran ini tidak merata. Di berbagai daerah seperti NTT dan Gunung Kidul, air susah didapatkan.

1. MAMALIA & SPESIES TERANCAM PUNAH

parrot fish

parrot fish

Waduh, di peringkat pertama kok hal yang jelek ya. Menurut data IUCN 2008, terdapat 833 spesies terancam punah. Indonesia berada di posisi ke-4 di dunia setelah Ekuador, Amerika Serikat, dan Malaysia. Data mahasiswa pecinta lingkungan menyebutkan sebanyak 114 jenis burung, 28 reptil, dan 21 jenis ikan di Indonesia terancam punah.

Wedew…wedew…. cape juga ngetiknya. Hahaha… Anyway.. yah, inilah fakta yang terjadi di Indonesia. Kita harus tahu untuk bisa peduli. Seberapa valid datanya rasanya tak begitu penting lagi kalau tujuannya adalah menggugah kesadaran kita akan lingkungan alam dan sosial. Ayo, kita harus hidup dengan kesadaran penuh. Hanya kita yang bisa membuat semua hal menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Smangattt ^_^

Kategori: tulisan ringan