AureliaClaresta’s Weblog

Masukan dari Januari 2009

Belajar dari Bali

Januari 30, 2009 · 16 Tanggapan

Pulang dari Pulau Bali, bawa oleh-oleh apa? Maaf ya, nggak ada buah tangan untuk dibagikan. Maklum, yang ke Bali ini budgetnya mepet, itu pun hasil belas kasihan orang (dikasih). Hu hu hu…. Masih mahasiswa, jadinya, masih bokek.

Makanya, tak nulis aja. Biar jadi pengganti oleh-oleh buat kerabat, teman, dan handai taulan. Oops, salah… maksudnya oleh-oleh buat pembaca setia blog ini. Hahahaha…

Pantai Dreamland

Pantai Dreamland sebelum dibangun gedung-gedung dan toko-toko

Lima hari di Bali adalah masa yang sangat menyenangkan. Saya tekankan, SANGAT menyenangkan. Really… Bahkan untuk orang yang tinggal di kota wisata juga, seperti saya. Saya memberikan acungan jempol untuk pemerintah di sana. Toleransi di sana benar-benar besar. Budaya dilestarikan, salah satunya dengan menyeragamkan bentuk pagar menjadi bentuk candi bentar. Para pemandu wisata juga diharuskan menggunakan baju adat.

Bali adalah kota budaya yang hidup, bisa dilihat dari kepercayaan mereka akan persembahan sesaji, pemotongan gigi, upacara ngaben, dll. Hidup mereka sangat berdekatan dengan alam. Tak heran, lanskap di sana tertata apik.

Senang sekali rasanya melihat perempuan-perempuan Bali mengenakan kebaya yang ngepas di badan sambil membawa banten di atas kepalanya. Di tempat lain, mudah ditemukan perempuan yang meletakkan sesaji serta dupa dan memercikkan air pada sesaji tersebut.Hal itu ditambah dengan pemandangan kontras, turis asing (yang sering kita sebut bule) yang bermain air laut dan meluncur di atas ombak. Melihat hal-hal itu, membuat saya merasa, Bali memang tempat yang indah, dan sungguh pulau dewata.

Aurelia di Tanah Lot, Bali

Aurelia di Tanah Lot, Bali

Kasarannya, setelah melihat Bali, saya akan bilang Jogja nggak ada apa-apanya. Sungguh. Mulai dari budaya, bangunan, pantai, butik, furniture, barang kesenian. Jogja masih nol kecil… Ayo nih, siapa sih pemimpin Jogja? Kembangkan Kasongan. Kembangkan Malioboro. Berdayakan pengerajin. Adakan sentra keranjinan yang lebih menarik untuk didatangi (melebihi Pasar Seni Gabusan). Adakan tari-tarian di keraton. Adakan lomba-lomba tari tradisional yang lebih besar-besaran. Adakan lomba ndalang, dsb. Jangan sampai kesenian yang menarik, tidak terekspose. Sia-sia…. Oh iya, satu hal dari Jogja yang lebih baik daripada Bali, yaitu keramahan pramuniaganya. Di Bali, sudah beberapa kali saya diberi jawaban ketus dari para penjual. Ada juga pengalaman di-nyolotin sama bencong. Sial….

Kembali ke Bali. Salah satu hal yang disayangkan dari Bali adalah, Pantai Kuta (pantai yang paling dekat dengan pusat keramaian dan hiburan) yang banyak sekali sampahnya. Semoga pantai Dreamland yang pasirnya putih dan indah itu, tidak bernasib sama dengan Kuta (dalam hal sampah). Sungguh budaya membuang sampah yang buruk.

Pita (teman yang selama 2 malam terakhir jadi rekan setempat tidur) mengajak untuk kumpul di Bali, 1 tahun lagi, dengan membawa sangu alias bekal yang lebih banyak, supaya lebih bisa banyak belanja dan bersenang-senang di sana. Okay… Nabung dehhh…. :) Itung-itung membantu bergeraknya perekonomian (ya dengan konsumsi.. hahaha).

Kategori: new experience · opini · tulisan ringan
Ditandai: , , , , , , , , , ,

eWaste.com

Januari 20, 2009 · 9 Tanggapan

Istilah e-waste saya baca pertama kali, sekitar 2 minggu yang lalu di majalah Times. E-waste adalah istilah yang merujuk pada sampah elektronik, yaitu barang-barang elektronik yang sudah tidak dapat bekerja dengan baik alias rusak.

e-waste worker on a mountain of e-waste

e-waste worker on a mountain of e-waste

Setelah membaca postingan teman dan juga iseng klak-klik ke sini, saya jadi mengingat salah satu hal yang membuat saya excited, membuat saya termotivasi untuk bekerja, yaitu menginisiasi bisnis yang mengolah e-waste. E-waste tersebut akan ‘diurai’ secara khusus, hehehe, maksudnya dipilah-pilahkan komponennya, sehingga mungkin ada komponen yang bisa dipakai lagi, seperti timbal, tembaga, dll.

Pengen rasanya ada jalan yang membawa saya sampai di sana. Sampai di mana? Di China. Atau manapun lah, negara yang memiliki praktek ini. Di Indonesia sudah ada belum ya??? Saya pengen memulainya….. Ada yang mau modalin? Hihihi. Saya nggak suka ngutang. Ini masalah pilihan, bukan skill mengelola keuangan (financial management)…. :P

Ide mengelola e-waste sebagai bisnis ini sudah muncul sejak saya smester 2. Saya sudah ungkapkan di kelas Manajemen-nya Hani Handoko.

Arrrgghhh…. jadi ingat, harus cepetan skripsinya…..

gambar diambil dari sini

Kategori: new experience · opini · tulisan ringan
Ditandai: , , , , , , , , ,

Aku Bahagia Ketika Ada Krisis di 2009

Januari 9, 2009 · 6 Tanggapan

Another me: Lho… keadaan krisis kok malah bahagia?

Aurelia: Ya iya… karena orang pada berhemat. Jumlah pertumbuhan kendaraan (terutama mobil) berkurang, kan lebih bagus tuh buat lingkungan. Orang mengurangi kegiatan foya-foya, kan bagus tuh buat mengurangi kesenjangan sosial. Orang mengurangi acara berpergian, kan bagus tuh buat menghemat energi dari fosil.

Another me: Oh…. gitu maksud judul tulisan ini?

Aurelia: Iya…. Krisis ini membawa hikmat! Eh salah. Ada hikmah di balik krisis….

Another me: Kayanya pernah diungkapin juga sama orang terkenal, sapa ya?

Aurelia: Sandiaga S Uno… entrepreneur ganteng yang seumuran ama nyokap.

Another me: Huuu……Eh, itu doang yang mau ditulis?

Aurelia: Iya

Another me: Payah…..

Aurelia: Biarin! Sapa suruh mau mbaca…. Hahahaha

Another me: hei, yg pada baca…. udah bubar aja….. tulisannya udah abis

Aurelia: [cekikikan]

Kategori: opini · tulisan ringan
Ditandai: , ,

Ketika Aku Sakit

Januari 9, 2009 · 14 Tanggapan

Aku tidak suka kalau jatuh sakit. Walaupun sakitnya menyelamatkanku dari deadline, atau apapun yg sekilas jadi tampak ’sedikit menguntungkan’. [Siapa sih, orang yang suka jatuh sakit].

Anyway, apa sih yang paling tidak kamu sukai saat sakit? Kalau aku… aku tidak suka sendiri, sepi dan diperparah oleh hal yang tidak terhindarkan mendengarkan suara detak jarum detik jam. Tak henti-henti, dan begitu monoton. Aku bosan mendengarkan detak jarum detik jam. Terutama ketika sedang tidak bisa tidur lagi [karena sudah tidur terus seharian].

Oleh karena itu aku lebih suka jam yang jarum detiknya berjalan pelan namun tidak berdetak. Kata seorang teman, jam semacam itu malah buruk untuk diletakkan di ruang tunggu, karena waktu tampak cepat sekali berlalu. Tapi bagiku, menunggu saja sudah bete, apalagi jika ditambah dengan mendengar suara detak jam. Fuuuiihhh…. Makasih!

Oh iya, ngomong-ngomong soal sakit. Saat terkahir kali aku sakit, kan tidak bisa makan yang keras-keras. Alih-alih membuatkan bubur seperti biasanya, mama membelikan SUN bubur bayi. Ternyata enak lho! Ketika SUN-nya tidak habis dimakan ketika sakit, aku bawa ke kantor untuk dimakan saat kelaparan. Pengalaman membuktikan bahwa SUN Beras Merah lebih enak daripada SUN Kacang Hijau. Hahaha…..

Satu lagi. Mumpung masing ngobrol tentang sakit. Berikut adalah daftar obat-obat (selain obat luka) yang menurutku penting untuk kumiliki di rumah:

  • obat penurun panas
  • obat anti sakit (Paracetamol)
  • obat diare
  • obat maag
  • obat batuk pilek
  • obat sakit kepala

foto dari sini

Kategori: new experience · tulisan ringan
Ditandai: , , , , , , , ,

Anaknya John Travolta Meninggal

Januari 9, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Turut berduka untuk keluarga yang kehilangan putranya.

John Travolta, Kelly Preston (istrinya), dan keluarga tentu sedang berduka atas meninggalnya anak mereka Jett yang masih berusia 16 tahun.

Jett yang memiliki sejarah kejang-kejang (seizures), ditemukan pingsan di kamar mandi di Old Bahama Bay resort, Grand Bahama Island, hari Jumat pagi (2 Jan 09).

Ella, John Travolta, Jett, dan Kelly Preston

Ella, John Travolta, Jett, dan Kelly Preston

sumber

Kategori: tulisan ringan
Ditandai: , , ,

Musim Duren

Januari 6, 2009 · 7 Tanggapan

Jogja lagi musim duren. Di depan UNY, di jalan Affandi (gejayan), banyak mobil pick-up yang dipenuhi buah berbau tajam ini. Buah yang satu ini disukai semua orang di rumah termasuk 2 mbak, kecuali SAYA.

Baunya bagi saya tidak mengganggu. Rasanya yang dimasukkan ke produk es krim pun saya suka. Hanya saja saya jijik dengan bentuknya. BENYEK….

Disuruh makan? Ogah!! Kecuali ada reward-nya. Hahaha…. Misalnya di acara “Tantangan”, “Fear Factor” ato “Me vs Mom” boleh juga dicoba…. Saya yakin, makan duren yang tidak saya suka itu tidak akan bikin saya muntah. Seperti babat yang tidak kusukai itu, kuakui rasanya enak. Cuma mbayangin lemaknya, aduhai…. Langsung nggak selera.

Memang yang namanya PERSEPSI itu mempengaruhi sikap kita akan sesuatu

Oh iya, di berbagai tempat, ada lho larangan membawa durian, karena baunya yang sangat tajam. Hahaha….

Hmm… ngomong-ngomong soal duren, jadi inget sama Julia Perez dengan lagunya Belah Duren yang agak-agak gimanaaa gitu :P

Kategori: tulisan ringan
Ditandai: , , , ,

Nonton TV

Januari 6, 2009 · 3 Tanggapan

Saya tidak ke kampus [sekaligus kantor] cukup lama, liburan akhir tahun kemarin. Coba hitung, dari tanggal 25 Desember 2008 sampai 4 Januari 2009. Berpa hari tuh?

Liburan ngapain saja? Sempat ke Solo, cuma jadi supir sebentar. Sempat ke tempat KKN untuk setor muka, karena udah ditanya2in dari lama. Sisanya? Ke gereja, ke mall, makan di luar, dan di rumah saja.

Liburan yang lama di rumah rasanya agak sia-sia. Walau sempat nyuci-nyuci. Sempat hibernasi. Lama-lama bosen juga…. Teman terbaik adalah televisi. Acara yang disuka dan dinanti-nanti? Hanya ada 2:

  1. Termehek-mehek
  2. Bioskop Trans TV

Selama liburan kemarin, asyik juga ada waktu untuk update wawasan seputar dunia perfilman. Beberapa judul yang saya catat lekat-lekat di kepala sebagai “film yang bagus” kini saya ketikkan saja di sini. Biar kalo ada pembaca yang ga update yang belum nonton, bisa jadi referensi.

  • Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
  • Harry Potter and the Goblet of Fire
  • Da Vinci Code
  • The Saint
  • Trapped
  • Lost in Space

Kalau Harry Potter dan Da Vinci Code mungkin sudah terkenal yeee… Saya bahas yang lain saja.

The Saint

Film keluaran 1997 ini keren banget. Aktor utamanya bernama Val Kilmer yang memerankan Simon Templar. Kerennya di mana? Karena dia di film ini melakukan berbagai penyamaran. Make up artistnya keren banget! Karena dia bisa nyamar jadi orang yang berbeda-beda. Mukanya beda-beda. Seru! Ceritanya juga bagus.

Trapped

Ada setidaknya 2 film yang menggunakan judul Trapped. Yang saya tonton adalah yang dirilis tahun 2001. Film ini berkisah tentang kebakaran di sebuah hotel. Hotel tersebut dimiliki oleh Oliver Sloan dan menyatu dengan kasino. Hotel itu merupakan hotel mewah di Las Vegas. 13 orang terperangkap di hotel itu, termasuk pemiliknya sendiri dan anaknya. Awalnya waktu film dimulai, saya yakin akan segera bosan dan teridur. Ternyata film ini tidak seburuk dugaan awal. Malahan, cukup mengena dan mengharukan.

Lost in Space

Film ini buatan 1998. Ceritanya tentang sebuah keluarga ilmuwan Robinson dan seorang pilot perang yang terbang ke luar angkasa pada tahun 2058. Pada saat itu, bumi sudah terpolusi parah. Pengembangan energi alternatif, daur ulang, konservasi hutan-air terlambat. Maka manusia bermimpi untuk tinggal di tempat yang lebih baik. Misi mereka adalah mendarat di planet baru yang mirip dengan bumi, di mana manusia bisa hidup. Planet tersebut terdapat di galaksi lain. Sayangnya, mereka malah tersesat di luar angkasa karena perbuatan seorang dokter yang berkhianat. Bagaimana nasib mereka setelah terlempar dan tersedot gravitasi matahari? Nonton aja sendiri. Seru lho! Film ini juga menggugah hati untuk secepatnya menyelamatkan bumi.

Di film ini saya jadi tahu bahwa ada lagi aktor ganteng yang belum saya ketahui. Hahaha. Si pilot yang dipanggil “major” ini diperankan oleh Matt Leblanc. Uhuy… gantengnyaaa….[waktu itu] :) Hahahaha

Kategori: tulisan ringan
Ditandai: , , , , , , , ,