Saya bertanya-tanya, apakah ajang kontes kecantikan itu fair atau tidak. Karena saya berasal dari negara yang pesertanya nggak pernah gol baik di Miss World maupun Miss Universe, boleh dong curiga dikit, seberapa fair sih, mereka?
Setelah searching-searching… saya menemukan list nama para Miss World. Miss World pageant sendiri mulai diadakan pada tahun 1951. Indonesia mengirimkan kontestan pertamanya pada tahun 1982. Pada tahun berikutnya (1983) Indonesia mengirimkan Titi Dwi Jayanti yang kini semua orang kenal sebagai personil Di3va. Selanjutnya Indonesia baru ikut lagi pada tahun 2005. Hahaha, total-total, Indonesia baru ikut 6 kali sampai tahun 2008 ini. Hahaha, belom bisa menang, wajar lah
Alumninya belom banyak. Belom banyak bisa ngasi ‘bisik-bisik’ ke juniornya.
Hmm… kalau lihat daftar nama Miss World tadi (yg tahun 1986-2008), saya melihat setidaknya ada 2 kali, dimana pemenangnya berhubungan dengan lokasi pemilihan Miss World, yaitu:
- Ibiagbanidokibubo “Agbani” Asenite Darego, Miss Nigeria, kontes di Sun City – Afrika Selatan
- Zhang Zilin, Miss China Peoples Republic, kontes diadakan di Sanya, RRT
Agbani Darego merupakan orang Afrika pertama yg memenangkan gelar Miss World. Orang Nigeria bangga sekali dengan hal itu. Hmmm, tapi kok pas kontesnya diadakan di Afrika ya?

Agbani Darego
Zhang Zilin juga menang saat kontes diadakan di negrinya sendiri. Itu juga pertama kalinya China menjadi urutan pertama di kontes Miss World…

Zhang Zilin - Miss World 2007
Mungkin, kalau ajang Miss World diadakan di Indonesia, setidaknya wakil dari Indonesia bisa jadi Runner Up?? Hahaha…. sapatau. Di Indonesia kan banyak hal ‘bisa diatur’. Hahahaha
7 tanggapan so far ↓
saiqa // Desember 20, 2008 pada 10:26 am |
hahaha,mungkin bisa terjadi..
tapi mungkin juga itu terjadi karena subjektivitas juri,ka biasanya ada juri yang berasal dari lokal kan??itu bisa mempengaruhi..
aureliaclaresta // Desember 22, 2008 pada 9:56 am |
@saiqa
stuju sai…. itu dia maksudku…
mereka menang jangan2 karena ada advantage sebagai ‘tuan rumah’
eh… tapi kalo penyelenggaraannya di Indonesia, kira-kira yg demo kaya apa ya??? Kan ada UU Pornografi. Termasuk nggak tuh?
Pandu // Desember 22, 2008 pada 9:46 am |
Terserah deh siapa yg kepilih. ak dukung sepenuhnya.
Ayo Phi!! ak dukung kmu jd Miss Poetry Indonesia…!! *emg ada ya?*
aureliaclaresta // Desember 22, 2008 pada 10:29 am |
@ pandu
miss poetry indonesia
hahaha…. anak sastra dong yg harusnya jadi nominee….. masa aku, anak management
wa2n // Desember 23, 2008 pada 5:26 am |
Hahahaha… kok malah jadi liat komen elu di nguping jakarta
aureliaclaresta // Desember 23, 2008 pada 5:27 pm |
@wa2n
hallo Pak! akhirnya mampir juga ke blog ini, walo harus lewat ngupingjakarta segala
parisparis // Januari 2, 2009 pada 10:11 pm |
ak juga pernah denger itu kyknya emang udah “dijatah” gitu deh re. kaitannya ma pemerintah setempat dan pariwisata gitu