Pohon Filicium

Standar
Filicium decipiens

Filicium decipiens

Hari ini saya browsing-browsing di internet. Mencari gambar pohon filicium. Gambar ini mau saya kasih lihat ke mama. Soalnya, mama nanya ke saya beberapa hari yang lalu.

Pohon filicium itu apa sih? Penasaran. Kok nulis novel pake nama latin. Kan jadi nggak ngerti.

Begitu komentar mama ketika lagi membaca buku Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata.

Pulang dari kantor ini, saya akan memperlihatkan gambar pohon -yang sering kita lihat, tapi mungkin kita tidak ketahui namanya ini- kepada mama.

Mama…. ini nih, yang namanya pohon filicum.

Paling mama akan bilang

Oooo… yang itu

About these ads

About aureliaclaresta

Female. Born in 1987. Ex consumer researcher & lecturer’s assistant. Learning business by running small business. Sometimes become a nocturnal. Love poems, dress, Dee’s & Ayu Utami’s books, photography, make up, and many things. Lived in Tg Pinang, Kutoarjo, Serpong, BSD, & Jakarta. Now stay in Jogja with mom, 2 brothers, and 4 employees. Having a LDR with a Indonesian Chinese geek.

6 responses »

  1. filicium….
    pohon yang tumbuh di depan rumah
    yang jadi tempat tinggalku
    selama sembilan tahun,
    seminarium anging mamiri.

    pohon tua yang ditanam
    sebagai prasasti pendirian rumah itu,
    tigapuluh dua tahun lalu.

    dia yang menyambut, waktu saya datang.
    tegak, rimbun, namun ramah
    di tengah gelap malam.

    saya baru 19 tahun waktu itu.

    filicium menemani perjalanan saya.
    dia yang selalu bikin repot
    dengan guguran daun-daun masa kemarau,
    dan ranting ekstra yang harus dipangkas
    kala penghujan.

    filicium menemani saya,
    saat jatuh cinta pada anak tetangga,
    ketika meringis dengan lutut berdarah
    karena jatuh dari sepeda,
    dan berdiri sendiri
    di gelap dini hari
    waktu hendak memutuskan pergi.

    keteduhan filicium
    dengan bentangan dahan dan rantingnya
    seperti naungan sayap ibu.
    ramah menyapa
    setia menemani
    dan juga membesarkan hati
    meski saya harus pergi dari hadiratnya
    dan tak akan
    memutuskan kembali.

    terimakasih untuk siapa pun
    yang memutuskan untuk menanam pohon itu
    sebagai prasasti
    pendirian rumah kami.

    PS: tidak heran. tampaknya mr. Hirata
    juga menjadi korban sihir filicium.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s